Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji berharap Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru yakni KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam periode 2026-2031, akan memimpin NU untuk terus menjaga persatuan bangsa dan negara.

"Tentunya kami menyampaikan selamat kepada Kiai Miftach dan Gus Kikin. Kami yakin Kiai Miftach dan Gus Kikin bisa membawa NU untuk terus menjaga persatuan bangsa," kata Sarmuji dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Sarmuji mengatakan pemimpin PBNU yang baru mempunyai tugas untuk kembali menyatukan berbagai faksi akibat Muktamar.

Ia yakin Gus Kikin bisa menjadi sosok yang menjadi jembatan berbagai kelompok di PBNU.

"Kami yakin Gus Kikin bisa menjadi sosok yang akomodatif, merangkul semua kelompok di PBNU yang mungkin sempat memanas karena Muktamar," ujarnya.

Baca juga: Pengamat: Terpilihnya Gus Kikin momentum rekonsiliasi internal PBNU

Ia mengatakan dirinya mengenal sosok Gus Kikin sebagai sosok yang sangat bijaksana, teladan yang bisa membawa NU guyub, adem bagi semua.

Sarmuji yakin di bawah kepemimpinan Gus Kikin, PBNU akan menjadi rumah besar umat yang teduh dan bisa menjadi harapan baru bagi warga Nahdliyin dalam menjaga NKRI.

"Saya berharap NU terus menjadi kabar gembira bagi bangsa Indonesia dan warga Nahdliyin bisa bangga menjadi anggotanya," ungkapnya.

Ia juga berharap PBNU akan terus menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat kecintaan pada NKRI.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menekankan bahwa suksesi kepemimpinan PBNU memiliki arti strategis bagi kehidupan berbangsa, mengingat NU merupakan ormas Islam terbesar yang menjadi penopang utama moderasi beragama di Indonesia.

“NU adalah pilar kebangsaan. Siapa pun yang memimpin PBNU otomatis mengemban tanggung jawab menjaga wajah Islam Indonesia yang toleran dan moderat, sekaligus menjadi mitra strategis negara dalam merawat NKRI,” ujar Sarmuji.

Baca juga: Muhammadiyah harap kepengurusan baru PBNU semakin perkuat ukhuwah

Ia juga menyampaikan penguatan ekonomi umat berbasis pesantren perlu menjadi salah satu fokus utama kepengurusan PBNU ke depan, mengingat jaringan pesantren NU yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“Kami berharap kepengurusan baru PBNU dapat semakin mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan umat, sehingga NU tidak hanya menjadi kekuatan moral-keagamaan, tapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput,” tuturnya.

Baca juga: Anggota DPR ucapkan selamat terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai PBNU masa khidmah 2026-2031.

Penetapan itu melalui musyawarah majelis Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) dalam Muktamar Ke-35 NU. Nama Gus Kikin mendapatkan persetujuan dari Rais Aam terpilih.

Sebelum ditetapkan melalui mekanisme AHWA, Gus Kikin memperoleh dukungan terbanyak dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum PBNU dengan 472 suara dari unsur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Baca juga: Prabowo tutup rangkaian Muktamar NU, ucapkan selamat ke pimpinan baru

Baca juga: Prabowo terima kartu anggota NU di penutupan Muktamar ke-35 NU

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.