Kuala Kapuas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Kesehatan setempat meluncurkan portal pemantauan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan di daerah setempat.
"Portal ini sangat krusial bagi masyarakat di tengah darurat kabut asap yang melanda wilayah tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr Agus Waluyo, di Kuala Kapuas, Senin.
Menurut dia, portal pada laman dinkes.kapuaskab.go.id/web/pemantauan-ispa-karhutla/, dirancang sebagai pusat informasi yang menyajikan data terkini kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Pihaknya memberikan perhatian serius terhadap lonjakan kasus ISPA. Sebab, dalam dua pekan terakhir, tercatat 2.638 kasus ISPA ditangani dan menjadikan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi.
"Portal ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan mendorong peningkatan upaya pencegahan serta pelayanan kesehatan di daerah," kata Agus.
Baca juga: Polda Kalbar: Waspada asap bagi pengguna angkutan air di Sungai Kapuas
Selain data ISPA, pemahaman tentang ISPU sangat penting bagi masyarakat. ISPU adalah ukuran untuk menilai kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan. Kategori ISPU dibagi menjadi lima tingkatan, yakni Baik (0-50) yang berarti tidak ada dampak kesehatan, Sedang (51-100) yang mulai berdampak pada kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia.
Kemudian, Tidak Sehat (101-200) yang dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, Sangat Tidak Sehat (201-300) yang dapat memperparah gejala pada penderita ISPA, pneumonia, dan penyakit jantung, dan terakhir Berbahaya (301-400) di mana gejala penyakit semakin serius dan orang sehat pun mudah merasa lelah.
Saat ini, sejumlah wilayah di Kalimantan masuk dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya. Bahkan, beberapa daerah mencatatkan nilai ISPU di atas 300 yang mengancam kesehatan.
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi kegiatan di luar rumah terutama bagi kelompok rentan, serta menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan istirahat cukup. Selain itu, masyarakat juga wajib memantau informasi ISPU terbaru sebelum beraktivitas.
Baca juga: Karhutla di Kapuas hanguskan puluhan hektare lahan empat kecamatan
"Jika mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, atau sesak napas, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemkab Kapuas juga telah menyediakan rumah oksigen di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, sebagai upaya pertolongan pertama bagi warga yang mengalami sesak napas akibat terpapar asap," kata Agus.
Pewarta: Kasriadi/All Ikhwan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.