Kota Bandung (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus memperkuat citra pariwisata di Bandara Internasional Husein Sastranegara seiring kembali beroperasinya penerbangan komersial.

Kepala Disbudpar Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan penguatan branding dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung, pengelola bandara, dan pihak swasta.

“Pemerintah Kota Bandung kolaborasi dengan bandara, ada pihak swasta juga. Kita dari kami cukup intensif untuk me-branding Kota Bandung. Tentunya ini belum tuntas, terus akan kita makin matangkan,” ujar Adi di Bandung, Senin.

Menurut Adi, Bandara Husein Sastranegara memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk wisatawan ke Kota Bandung sehingga identitas kota perlu diperkenalkan sejak penumpang tiba di bandara.

Baca juga: Sejumlah maskapai tambah frekuensi penerbangan Semarang-Jakarta

Ia menyebut salah satu elemen branding tersebut diwujudkan melalui penggunaan ornamen dan visual yang merepresentasikan pariwisata Kota Bandung di area tunggu penumpang.

Ia menambahkan terdapat juga layar LED berukuran panjang sekitar 10 meter yang menampilkan berbagai pesan bernuansa Bandung, termasuk ungkapan khas seperti “wilujeng landing” dan “sampurasoon”.

“Yang menjadi ikon itu di sana sudah ada tempat duduk kemudian ada kabin. Itu khas. Apalagi dengan LED yang panjang sampai 10 meter dan menampilkan kata-kata yang Bandung,” katanya.

Adi mengatakan ornamen visual di bandara tersebut juga mengangkat karya seni yang dibuat oleh penyandang disabilitas bernama Muhammad Syafiq atau yang akrab disapa Oki.

Baca juga: Farhan: Reaktivasi Bandara Husein permudah Persib tampil di Asia

Ia menambahkan karya tersebut memiliki nilai yang kuat untuk ditampilkan di bandara karena tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi juga membawa pesan inklusivitas.

“Dibuatnya juga oleh difabel. Kalau buat Pak Wali, Bandung itu kota inklusif, kota yang sangat terbuka. Siapa pun bisa memberikan kontribusi buat Kota Bandung,” kata Adi.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.