Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyiapkan 50 unit truk pengangkut sampah untuk mendukung operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Piyungan setelah fasilitas tersebut terbangun dan beroperasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho di Bantul, Senin, mengatakan 50 armada tersebut disiapkan untuk memenuhi kewajiban Kabupaten Bantul memasok sekitar 250 ton sampah per hari ke PSEL.
"Jadi kalau Bantul itu nanti kewajiban kami kan 250 ton per hari untuk Bantul itu, syaratnya itu kan truknya kapasitasnya lima ton, jadi paling tidak 50 armada," katanya.
Menurut dia, DLH Bantul saat ini memiliki 36 armada sehingga masih membutuhkan penambahan untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan sampah menuju PSEL.
Baca juga: Danantara sebut proyek PSEL di Yogyakarta serap 1.000 tenaga kerja
"Mudah-mudahan di 2027 ini kita bisa menambah armada dengan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita, pengadaan, mudah-mudahan," ujarnya.
Selain menyiapkan armada, Pemkab Bantul merencanakan pembangunan depo sebagai tempat pengumpulan sampah sebelum diangkut menuju PSEL.
Bambang mengatakan berdasarkan rencana awal terdapat sembilan titik depo yang akan disiapkan sesuai dengan sebaran sumber sampah di Bantul. Namun, pada tahap awal pihaknya menargetkan pembangunan atau pemanfaatan lima lokasi terlebih dahulu.
"Targetnya sebenarnya ada sembilan titik, tapi mungkin untuk awal ini kita targetnya ada lima lokasi," katanya.
Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.