Sigi (ANTARA) - Yayasan Inovasi Ketahanan Komunitas (Inanta) menyalurkan bantuan tunai multiguna untuk membantu memenuhi kebutuhan prioritas dalam proses pemulihan pascabencana kepada 300 keluarga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Jadi setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp1,8 juta. Dari 300 keluarga penerima manfaat, sebanyak 33 keluarga berasal dari Desa Rejeki, 169 keluarga dari Desa Tongoa, dan 98 keluarga dari Desa Lembantongoa," kata Manajer Program Inanta, Harun Rambing di Sigi, Senin.
Ia mengemukakan penerima bantuan merupakan keluarga yang terdampak gempa, khususnya yang mengalami kerusakan rumah dengan kategori rusak sedang hingga rusak berat.
Baca juga: Pemkab Sigi ajukan pembangunan 249 huntara untuk korban gempa bumi
"Proses penentuan penerima manfaat mempertimbangkan kondisi kelompok masyarakat rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga, keluarga dengan anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui," ucapnya.
Ia menuturkan bantuan tunai multiguna tersebut diberikan dengan prinsip fleksibilitas agar keluarga penerima manfaat dapat menentukan sendiri penggunaan dana sesuai kebutuhan paling mendesak.
Menurut dia, ke depan dana bantuan itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain pemenuhan kebutuhan dasar, pangan, kesehatan, pendidikan, perbaikan tempat tinggal, maupun kebutuhan prioritas lainnya sesuai kondisi masing-masing keluarga.
"Adapun program ini kami laksanakan bermitra dengan beberapa pihak lain, seperti cita wadah swadaya dan ACT Alliance, selama periode 26 Juni hingga 25 September 2026, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Palolo," sebutnya.
Harun menyebutkan dalam proses penyalurannya, pihak Yayasan Inanta bersama mitranya melibatkan berbagai unsur di tingkat lokal, termasuk pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Salah satu penerima manfaat di desa Tongoa, Marie Salata (70) mengatakan bantuan tersebut nanti digunakan untuk menjadi modal usaha serta memenuhi kebutuhan setelah terdampak bencana.
Baca juga: BNPB: Seorang warga Sigi dilaporkan meninggal akibat gempa di Sulteng
Baca juga: Pemkab Sigi selesaikan pendataan huntara tahap II untuk korban gempa
"Kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas bantuan yang diberikan setelah kami terdampak bencana gempa. Bantuan kami gunakan menjadi modal usaha UMKM lagi dan juga untuk memenuhi kebutuhan pascabencana," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bencana BPBD Kabupaten Sigi Ahmad Yani menjelaskan bahwa target pengerjaan awal sebanyak 50 unit dengan target selesai pada September 2026.
Sebelumnya, pemerintah daerah mengusulkan sebanyak 266 unit pembangunan huntara di Kabupaten Sigi. "Berdasarkan data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi per awal Agustus, total hunian tetap yang sudah terbangun mencapai 41 unit hunian tetap," ucap Yani.
Pewarta: Moh Salam
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.