Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak boleh berhenti pada perbaikan rumah warga, tetapi harus mampu meningkatkan produktivitas ekonomi nelayan.
“Mengubah taraf hidup bukan diperbaiki rumahnya, tetapi produktivitasnya,” kata Menteri Trenggono saat konsolidasi internal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Senin, dikutip dari siaran pers.
Trenggono mengatakan pembangunan KNMP harus berangkat dari kebutuhan masyarakat di lapangan sehingga fasilitas yang dibangun dapat menunjang aktivitas ekonomi nelayan.
Ia mencontohkan pengembangan kawasan nelayan di Biak yang dilakukan setelah pemerintah terlebih dahulu memetakan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: KKP dorong 65 Kampung Nelayan Merah Putih kembangkan unit usaha
Menurut dia, fasilitas yang dibangun tidak hanya berupa infrastruktur permukiman, tetapi juga sarana yang mendukung produktivitas nelayan, seperti stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, tempat penyimpanan berpendingin (cold storage), bengkel nelayan, balai nelayan, fasilitas kuliner, hingga kantor pengelola.
Trenggono mengatakan pengalaman mengunjungi sejumlah kampung nelayan sejak awal menjabat sebagai Menteri KKP pada 2020 menjadi salah satu dasar dalam merancang program KNMP.
Saat itu, ia menemukan persoalan yang relatif sama di sejumlah kampung nelayan, mulai dari lingkungan yang kurang tertata hingga keterbatasan fasilitas penunjang aktivitas nelayan.
Pendekatan berbasis kebutuhan tersebut kemudian menjadi salah satu model dalam pengembangan KNMP.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.