Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi meninjau kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur, untuk memastikan populasi gajah sumatra tidak terdampak kebakaran hutan dan lahan.
"Tadi kita cek keadaan gajah-gajah, karena banyak sekali isu beredar termakan oleh kebakaran. Ternyata kita melihat gajah-gajah kita sehat walafiat, aman, senang, dan tenang," kata Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Gubernur menjelaskan upaya pencegahan serta pemantauan titik api terus digencarkan secara intensif melalui posko gabungan yang melibatkan berbagai instansi terkait.
"Teman-teman dari kodam dan kepolisian masih siaga di sini. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga sudah berjalan, disertai dengan sosialisasi dan pemantauan berkala," ujar Rahmat Mirzani.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan titik api terakhir di kawasan TNWK telah berhasil dipadamkan melalui koordinasi pemadaman darat dan udara (water bombing).
"Kami memastikan gajah-gajah di Taman Nasional Way Kambas tidak terdampak kebakaran hutan. Pemantauan titik panas di lapangan kini menggunakan teknologi canggih seperti drone thermal untuk penanganan yang cepat dan akurat," kata Kristomei.
Ia menambahkan, penggunaan drone thermal memudahkan petugas mendeteksi sisa-sisa titik api hingga ke lapisan dalam, yang kemudian disusul penyemprotan langsung menggunakan drone pemadam.
Kristomei juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan konservasi tersebut serta menghentikan praktik ilegal seperti perburuan liar, perambahan, maupun pembakaran lahan.
Sementara itu, Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama TNI terus mengerahkan personel penuh untuk membantu mitigasi dan pemadaman di area rawan.
"Dari TNI, Polairud, hingga Baharkam menyiagakan personel di wilayah Lampung Timur untuk membantu pemadaman. Operasi darurat ini juga didukung peralatan dari BNPB untuk mendeteksi sebaran titik api yang masih tersisa di kawasan gambut," tutur Fadly.
Baca juga: BPBD Lampung: OMC selama 26-30 Agustus tangani karhutla dan kekeringan
Baca juga: Upaya Tim Alfa TNI tangani hotspot di Taman Nasional Way Kambas
Baca juga: Bupati Lampung Timur pastikan penanganan karhutla TNWK berjalan cepat
Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.