Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat komitmen membenahi layanan publik, khususnya transportasi massal di wilayah Sumut.

"Pembangunan dan pengembangan BRT (Bus Rapid Transit) menjadi langkah strategis menghadirkan transportasi publik yang nyaman dan diandalkan," ucap Gubernur Sumut Bobby Nasution usai menerima Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Agus Fatoni dan jajaran PT Jasa Raharja di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin.

Gubernur mengaku, Pemprov Sumut memberikan dukungan penuh bagi pengembangan BRT Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pihaknya menyebutkan, beberapa waktu lalu Pemprov Sumut telah meresmikan operasional BRT Mebidang melayani rute Medan-Binjai, dan Medan-Lubukpakam.

Baca juga: Bank Sumut hadirkan Smartcash layanan transportasi publik BRT Mebidang

"Karena komitmen kita memberikan pelayanan publik yang utama, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat mendukung (BRT Mebidang, red),” kata Bobby.

Kementerian Perhubungan pada 2023 telah memilih Kota Medan untuk membangun proyek infrastruktur BRT Mebidang yang dibiayai mitra pembangunan, yakni World Bank dan AFD Prancis total sebesar Rp1,9 triliun.

BRT Mebidang ini memiliki lintasan sepanjang 21 kilometer terhubung 31 halte dengan 17 rute yang menjangkau kawasan Mebidang menggunakan armada 515 bus listrik didukung depo, halte, dan jalur khusus bus.

"Saat ini, masyarakat masih dapat menggunakan layanan BRT Mebidang tanpa dikenakan tarif," paparnya.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.