Moskow (ANTARA) - Pemerintah Rusia pada Senin (31/8) menyetujui strategi yang diperbarui untuk pengembangan industri otomotif negara tersebut hingga tahun 2035.

Pada 2030, kemandirian teknologi industri otomotif Rusia harus mencapai 80 persen untuk mobil penumpang dan 90 persen untuk kendaraan komersial berdasarkan implementasi strategi pengembangan sektor tersebut, ungkap Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Denis Manturov dalam sebuah pertemuan.

Rusia berencana meningkatkan ekspor kendaraannya hingga lebih dari dua kali lipat pada 2035 dibandingkan tingkat pada 2026, dengan menargetkan hingga 70.000 unit, menurut strategi tersebut.

Manturov menyampaikan bahwa tujuan utama dari strategi tersebut adalah memaksimalkan pemanfaatan kapasitas produksi otomotif negara tersebut.

Berdasarkan target strategi itu, volume ekspor mobil Rusia diproyeksikan mencapai sekitar 29.700 unit pada akhir 2026. Angka tersebut akan meningkat menjadi 49.700 unit pada 2030 dan 69.700 unit pada 2035.

Negara-negara tetangga dan pasar di Asia Tengah, Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tenggara, dan Amerika Latin diidentifikasi sebagai target pasar ekspor.

Langkah-langkah utama untuk mendukung ekspor tersebut mencakup kompensasi sebagian biaya transportasi, pinjaman preferensial bersubsidi bagi produsen otomotif Rusia, promosi permintaan produk Rusia di pasar luar negeri, penyempurnaan mekanisme penyelesaian keuangan internasional, serta pengaturan kepabeanan yang menguntungkan bagi pasar-pasar tujuan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.