Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyampaikan nilai ekspor Jakarta secara kumulatif sepanjang Januari sampai Juli 2026 mencapai 9,87 miliar dolar AS (9.877,47 juta dolar AS), naik sebesar 0,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Untuk migas tercatat senilai 44,48 juta dolar AS, terjadi kenaikan sebesar 135,59 persen. Sedangkan nilai ekspor non-migas tercatat senilai 9.832,99 juta dolar AS atau terjadi kenaikan 0,59 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan yang juga menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor sepanjang Januari-Juli 2026 2026 dengan andil ekspor sebesar 97,83 persen.

"Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu kendaraan dan bagiannya kemudian mesin dan perlengkapan elektrik serta ikan, krustasea dan juga moluska," kata Kadarmanto.

Secara total, kendaraan dan bagiannya, alas kaki, dan logam mulia dan perhiasan atau permata memberikan share ekspor sebesar 51,56 persen dari total ekspor Jakarta pada bulan Januari sampai Juli tahun 2026.

Dari sisi kendaraan dan bagiannya terjadi kenaikan sebesar 12,31 persen secara kumulatif, kemudian dua komoditas lainnya yaitu alas kaki dan logam mulia dan perhiasan kompak terjadi penurunan.

Baca juga: Nilai ekspor Jakarta pada Januari-Juni 2026 capai 8,5 juta dolar AS

"Alas kaki terjadi penurunan sebesar 6,96 persen secara kumulatif, begitu pula dengan logam mulia dan perhiasan atau permata juga turun sebesar 0,25 persen secara kumulatif," kata Kadarmanto.

Sementara itu, berdasarkan negara tujuan utama ekspor, tiga besar negara tujuan ekspor Jakarta adalah Thailand, Amerika Serikat dan juga Tiongkok.

Secara bersama-sama nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share sebesar 35,97 persen dari keseluruhan total ekspor Jakarta pada bulan Januari sampai dengan Juli 2026.

Untuk nilai ekspor ke Thailand tercatat sebesar 1.363,52 juta dolar dan ini didominasi oleh logam mulia dan perhiasan atau permata ini dengan share sebesar 73,53 persen dan tumbuh sebesar 140,52 persen secara kumulatif.

Kemudian, ekspor ke Amerika Serikat tercatat sebesar 1.188,29 juta dolar yang didominasi oleh alas kaki dengan share sebesar 49,68 persen. Namun, ini turun sebesar 4,18 persen secara kumulatif.

Kemudian ke ekspor Tiongkok tercatat sebesar 995,78 juta dolar AS dan didominasi oleh lemak dan minyak hewani atau nabati dengan share 27,39 persen, mengalami kenaikan atau tumbuh sebesar 2,26 persen.

Baca juga: Nilai ekspor Jakarta Januari- Mei 2026 capai 1,3 miliar dolar AS

Baca juga: Ekspor Jakarta capai 1,5 miliar dolar AS pada April 2026

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.