Jakarta (ANTARA) - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya pengusaha UMKM memperkuat fundamental usaha dan menguasai pasar domestik sebelum memperluas pasar ke tingkat global melalui ekspor.

"Boleh kita support teman-teman untuk ekspor, 100 persen kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut," ujar Maman dalam kegiatan Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa, dikutip dari siaran pers kementerian.

Menurut Maman, pasar domestik menjadi ruang bagi pengusaha UMKM untuk menguji kualitas dan konsistensi produk, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat tata kelola usaha, serta memahami kebutuhan konsumen.

Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi modal penting bagi UMKM ketika memasuki pasar internasional yang memiliki tingkat persaingan dan standar lebih kompleks.

"Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik," katanya.

Maman menegaskan penguatan pasar domestik dan ekspansi ekspor bukan dua agenda yang bertentangan. Keduanya menurutnya perlu berjalan beriringan agar UMKM memiliki ketahanan usaha di dalam negeri sekaligus mampu meningkatkan daya saing untuk menangkap peluang pasar global.

Baca juga: HIPMI: I-EU CEPA buka peluang lahirkan eksportir baru Indonesia

Baca juga: Mendag kunjungi UMKM Banyuwangi perluas pasar dan dorong ekspor

Maman menjelaskan besarnya pasar domestik Indonesia merupakan kekuatan yang perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pengusaha UMKM nasional.

Penguasaan pasar dalam negeri yang semakin kuat diharapkan memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan meningkatkan skala usaha sebelum memperluas jangkauan produknya ke berbagai negara.

"Pasar domestik adalah benteng pertahanan kita. Kita boleh keluar untuk ekspor, tetapi jangan sampai benteng kita sendiri kosong dan dikuasai produk dari luar," ujar Maman.

Selain penguasaan pasar, Maman menekankan pentingnya penguatan manajemen keuangan sebagai bagian dari fundamental usaha.

Akses terhadap pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi, menurut dia, perlu diikuti kemampuan mengelola keuangan secara disiplin agar pertumbuhan usaha berlangsung sehat dan berkelanjutan.

Ia menambahkan Kementerian UMKM juga terus memperkuat peran Smesco sebagai lembaga layanan pemasaran UMKM, termasuk dalam memetakan kesiapan pengusaha UMKM serta membuka dan memperluas akses pasar bagi produk Indonesia.

Baca juga: Barantin siapkan pendampingan calon eksportir Palu lewat klinik ekspor

Baca juga: Barantin: Pendampingan UMKM tingkatkan mutu ekspor Indonesia

Baca juga: Pelatihan ekspor dari BRI Peduli buka jalan UMKM mebel Sukoharjo tembus pasar global

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.