PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan siap mendukung penuh percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) sebagaimana yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, tutur dia, PLN akan totalitas agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan.

“Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung terwujudnya swasembada energi melalui pemanfaatan energi hijau domestik dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara, Rita Triani menjelaskan bahwa keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di Pulau Rengit dicapai melalui inovasi integrasi multi-EBT yang mampu mendongkrak keandalan sekaligus efisiensi pasokan listrik.

Baca juga: PLTS 100 GWp berpotensi ciptakan 5,52 juta pekerjaan

Baca juga: PLTS 100 GWp, awal kemandirian surya Indonesia

“Sebelumnya, sistem PLTD berkapasitas 2x100 kilowatt menghasilkan energi sekitar 72 kilowatt hour per hari. Setelah penerapan sistem multi-EBT, ketersediaan energi meningkat signifikan. Yang paling penting, kini masyarakat dapat menikmati listrik 24 jam dan mulai memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan produktif,” tutur Rita.

Melalui integrasi panel surya, Battery Energy Storage System (BESS), turbin angin, hingga fuel cell hidrogen ke dalam Green Energy Ecosystem Technopark (GEET), PLN mampu memangkas Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik di Pulau Rengit dari Rp16.700 menjadi Rp12.300 per kilowatt hour (kWh), sekaligus memangkas potensi emisi karbon hingga sekitar 99,5 ton karbon dioksida per tahun.

“Listrik ramah lingkungan dari PLN di Pulau Rengit bukan sekadar soal hadirnya terang, tetapi bagaimana energi ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Aktivitas bisa berjalan lebih leluasa dan roda ekonomi di pesisir pun semakin hidup. Inilah bagaimana energi bersih kami hadir untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Rita.

Baca juga: Indef usul pendekatan kawasan energi terbarukan untuk PLTS 30 GWp

Baca juga: Bahlil: PLTS 100 GWp jadi mesin pertumbuhan dengan investasi Rp1.140 T

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.