Bishkek (ANTARA) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak berperan dalam implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terkait wilayah sengketa Nagorno-Karabakh.
"Empat resolusi DK PBB (dalam konflik Armenia-Azerbaijan), yang diadopsi pada 1993, terlaksana tiga tahun lalu (saat musim gugur 2023). Sayangnya, PBB tidak memiliki peran dalam pelaksanaan resolusi-resolusi tersebut. Azerbaijan memulihkan kedaulatan dan integritas wilayahnya secara mandiri," kata Presiden Aliyev dalam pertemuan Shanghai Cooperation Organization (SCO) Plus di Bishkek.
Kirgistan menjadi tuan rumah KTT SCO tahun ini, dengan Presiden Kirgistan Sadyr Japarov memegang jabatan ketua bergilir dalam KTT tersebut.
Baca juga: Lima tewas usai serangan drone ke kapal kargo di perairan Laut Azov
Perwakilan dari 17 negara dan enam organisasi internasional, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, menghadiri rangkaian acara SCO dan SCO Plus tersebut.
Armenia dan Azerbaijan terlibat dalam sejumlah perang dalam memperebutkan wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh sejak wilayah itu menyatakan memisahkan diri dari Azerbaijan di era Soviet pada 1988.
Pada September 2023, Azerbaijan mengambil alih wilayah tersebut, yang kemudian memicu eksodus massal penduduk etnis Armenia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Indonesia perkuat kerja sama pengembangan SDM dengan Azerbaijan
Baca juga: Azerbaijan kirim 82 ton bantuan kemanusiaan ke Iran
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.