Jakarta (ANTARA) - Pameran "Kemilau Laut Cermin: Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim" yang digelar di Museum Tekstil Jakarta mengajak para pengunjung untuk menyelami jejak sejarah Makau melalui beragam koleksi dan materi visual, mulai dari peninggalan arsitektur, porselen bersejarah, hingga evolusi seni pertunjukan.

Narasi pameran tersebut menyoroti peran Makau sebagai titik temu peradaban Tiongkok, Barat, dan Nusantara yang telah terjalin sejak abad ke-16.

Pameran yang berlangsung dari 1 hingga 27 September ini merupakan wujud kerja sama antara Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Seni dengan Biro Urusan Kebudayaan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Makau beserta mitra-mitra terkait.

Sejumlah petugas menata sebuah porselen bersejarah yang dipajang menjelang pembukaan pameran "Kemilau Laut Cermin: Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim" di Museum Tekstil, Jakarta, Selasa (1/9/2026). ANTARA/Xinhua/Agung Kuncahya B/aa.
Geladi bersih pertunjukan opera klasik yang dibawakan oleh dua anak digelar menjelang pembukaan pameran "Kemilau Laut Cermin: Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim" di Museum Tekstil, Jakarta, Selasa (1/9/2026). ANTARA/Xinhua/Agung Kuncahya B/aa.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.