Bhiskek (ANTARA) - Dewan Kepala Negara Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) pada Selasa (1/9) mengadopsi deklarasi tentang penguatan kemitraan multilateral untuk keselamatan dan keamanan nuklir.

Dalam deklarasi tersebut, negara-negara anggota SCO menegaskan bahwa setiap negara bertanggung jawab penuh atas keamanan nuklirnya, sementara tanggung jawab atas keselamatan nuklir berada pada operator fasilitas nuklir dan negara tempat fasilitas tersebut berada.

Negara-negara anggota menyatakan keprihatinan mendalam atas perdagangan ilegal bahan-bahan nuklir dan zat radioaktif lainnya, ancaman terhadap fasilitas dan infrastruktur nuklir (termasuk keamanan komputer), serta risiko terorisme nuklir.

Dalam deklarasi tersebut, mereka juga secara tegas mengecam segala serangan atau ancaman serangan terhadap fasilitas nuklir yang damai, menilai tindakan semacam itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Mereka menyerukan agar menahan diri dari tindakan-tindakan tersebut, yang menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Para anggota SCO menilai perlunya mengambil langkah-langkah efektif guna mencegah keadaan darurat nuklir dan radiologi serta memastikan keamanan fisik bahan-bahan nuklir dan bahan radioaktif lainnya beserta fasilitas terkait, papar dokumen itu.

Mereka juga menyerukan agar memperkuat mekanisme pengendalian domestik terhadap bahan nuklir dan zat radioaktif lainnya, mendorong pendidikan bersama, penelitian ilmiah, dan proyek teknologi, memperluas kerja sama, serta mengadakan pertukaran praktik-praktik mutakhir dan pengalaman di bidang pengoperasian fasilitas nuklir secara aman.

Negara-negara anggota juga sepakat untuk menggelar latihan dan pelatihan bersama di antara otoritas-otoritas berwenang masing-masing, memperkuat sistem peringatan dini, serta, jika diperlukan, membagikan data teknis, model prakiraan, dan informasi analitis secara waktu nyata, dengan tetap menjamin keamanan dan kerahasiaan informasi sensitif.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.