Palembang (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memperketat patroli selama 24 jam di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas ke habitat serta koridor gajah Sumatra.
Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto di Palembang, Rabu, mengatakan perlindungan habitat gajah menjadi salah satu prioritas dalam penanganan karhutla yang terjadi di kawasan konservasi tersebut.
Baca juga: 50 gajah di SM Padang Sugihan Kabupaten OKI selamat dari karhutla
BKSDA Sumsel telah menempatkan tujuh posko pengendalian karhutla di dalam kawasan SM Padang Sugihan sejak awal Agustus. Seluruh posko tersebut disiagakan selama 24 jam untuk melakukan patroli dan memantau potensi munculnya titik api.
"Ada tujuh posko yang berada di kawasan. Semua siaga 24 jam untuk melakukan patroli dan mencegah firespot," katanya.
Selain melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla, BKSDA juga meningkatkan pengawasan terhadap gajah binaan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan.
"Untuk gajah-gajah binaan di PKG Jalur 21 tetap dilakukan pengawasan intensif setiap hari oleh mahout dan tim medis," ujarnya.
Baca juga: BKSDA wajibkan warga sekitar SM Sugihan tanam pohon pascakarhutla
Baca juga: BBKSDA Riau pantau gajah liar yang keluar habitat akibat karhutla
Menurut dia, musim kemarau juga dapat memengaruhi ketersediaan air dan pakan bagi satwa, sehingga kebutuhan gajah, mulai dari nutrisi, suplemen, obat-obatan hingga air, terus dipastikan terpenuhi.
BKSDA Sumsel terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran di kawasan SM Padang Sugihan guna memastikan api tidak berkembang dan mengarah ke habitat maupun jalur jelajah gajah.
Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya risiko karhutla pada musim kemarau yang berpotensi mengganggu ekosistem dan satwa liar di kawasan konservasi.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.