Badung (ANTARA) - Aroma manis kreasi susu bercampur keharuman rempah Nusantara tercium di ujung stan pameran. Di salah satu sudut pameran Bali Interfood 2026 diselenggarakan, para pembuat gelato dari berbagai daerah di Indonesia bersaing unjuk kemahiran.
Kali ini, mereka tidak hanya meracik hidangan pencuci mulut dingin itu, tetapi juga mengikuti seleksi yang menjadi bagian dari perjalanan menuju kompetisi gelato di Italia.
Ajang yang diinisiasi Krista Exhibitions tersebut menjadi seleksi tingkat nasional. Para pemenang akan melanjutkan ke kompetisi tingkat Asia Pasifik di Jakarta pada November mendatang. Dari tahap tersebut, satu wakil akan mendapatkan kesempatan menuju kompetisi puncak di Rimini, Italia, pada awal 2027.
Dalam kompetisi di Bali itu, peserta ditantang mengolah gelato berbahan susu (milk-based) dan sorbet berbahan buah (water-based sorbet). Keduanya harus dibuat dengan teknik yang tepat sekaligus memperlihatkan karakter bahan lokal.
Baca juga: Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai
Penilaian mengacu pada standar yang ditetapkan Association Chef Professionals (ACP) dan Indonesia Pastry Bakery Society (IPBS). Salah satu ketentuannya adalah penggunaan bahan lokal yang tersedia di Indonesia.
Bahan impor populer seperti kacang pistachio tidak masuk dalam daftar bahan yang digunakan. Sebagai gantinya, peserta ditantang mengeksplorasi buah-buahan tropis seperti nanas, pepaya, dan durian, serta memadukannya dengan rempah seperti kecombrang, daun jeruk, dan serai.
Tantangan bagi peserta tidak berhenti pada eksplorasi rasa saja. Gelato juga membutuhkan ketelitian dalam menjaga tekstur dan suhu.
Praktisi kuliner sekaligus pembuat gelato Caesar Andry Priatno mengatakan kestabilan tekstur menjadi salah satu hal yang dinilai para juri profesional.
Gelato disimpan pada suhu sekitar minus 14 derajat Celsius. Karena itu, menjaga agar teksturnya tidak terlalu keras atau terlalu lembek ketika dicicipi membutuhkan perhitungan teknis dan pengendalian suhu yang pas.
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.