Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat memperkirakan produksi minyak di Venezuela bakal melonjak 50 persen dalam 12-18 bulan mendatang, ungkap Menteri Energi AS Chris Wright pada Rabu.
"Sejak awal ketika Presiden (Donald) Trump mengambil langkah ini, saya menyampaikan bahwa produksi Venezuela akan meningkat 50 persen dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan. Saya tetap berpegang pada prediksi tersebut dari tingkat produksi saat ini," tutur Wright kepada saluran berita CNBC.
Produksi minyak Venezuela diproyeksikan bakal melampaui 2 juta barel per hari pada akhir dekade ini, tambah Wright.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan baru yang memberikan akses jangka panjang bagi Washington terhadap 17 ladang minyak Venezuela dengan cadangan mencapai sekitar 65 miliar barel minyak.
Baca juga: Trump temui pelaku industri minyak untuk tekan harga BBM AS
Setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu, Washington kemudian memberlakukan kontrol ketat atas industri minyak di negara kaya sumber daya tersebut.
Langkah itu diambil untuk mengalihkan arus energi dari Venezuela dan menggaet sejumlah perusahaan AS guna mengelola deposit minyaknya demi membatasi pengaruh negara pesaing.
Gedung Putih juga berupaya menekan harga bensin di AS, yang telah melonjak lebih dari 40 persen sejak awal tahun akibat konflik militer dengan Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Venezuela sepakati kerja sama minyak dengan AS
Baca juga: Trump sebut AS capai "kesepakatan minyak terbesar" dengan Venezuela
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.