Jakarta (ANTARA) — Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) mendorong penguatan ekosistem energi hijau dan infrastruktur digital untuk mendukung pertumbuhan industri pusat data (data center) Indonesia yang semakin pesat seiring meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Chairman IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan perkembangan AI membuka peluang investasi yang semakin besar bagi Indonesia. Masuknya sejumlah pemain neocloud global dengan kebutuhan kapasitas hingga ratusan megawatt menunjukkan besarnya potensi pasar, sekaligus membutuhkan kesiapan pasokan listrik dan energi terbarukan yang memadai.
"Lebih dari 50 persen anggota IDPRO sudah memiliki komitmen net-zero emission pada 2030," kata Hendra dalam wawancara di sela IEE Series – Energy Week 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Menurut Hendra, komitmen tersebut selama ini antara lain didukung melalui pemanfaatan renewable energy certificate (REC). Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, PLN, pelaku industri data center dan sektor energi terbarukan dinilai semakin penting untuk memperluas akses terhadap energi bersih, terutama karena kebutuhan listrik pusat data berbasis AI terus meningkat.
IDPRO juga melihat peluang pengembangan data center ke berbagai wilayah Indonesia dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan yang tersedia. Pengembangan tersebut dapat didukung melalui penguatan interkonektivitas, penyederhanaan proses investasi serta insentif yang kompetitif. Potensi ekonominya cukup besar, mengingat pembangunan data center berkapasitas satu megawatt membutuhkan investasi sekitar 10 juta dolar AS dan kapasitas industri nasional diproyeksikan dapat mencapai 11 gigawatt dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
Selain penguatan infrastruktur, Hendra menilai pertumbuhan industri data center dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat ketahanan dan kedaulatan digital Indonesia. Penguatan kebijakan terkait penempatan data strategis di dalam negeri serta sistem keamanan siber dinilai dapat berjalan seiring dengan upaya pemerintah mendorong transformasi digital nasional.
"Indonesia merupakan salah satu pengguna platform digital terbesar di dunia, tetapi sebagian besar server yang melayani kebutuhan tersebut masih berada di luar negeri," ujar Hendra. Menurut dia, penguatan infrastruktur digital di dalam negeri akan membantu Indonesia menangkap peluang investasi dari pertumbuhan AI sekaligus membangun ekosistem digital yang semakin aman, berkelanjutan dan kompetitif di kawasan.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.