Istanbul (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump secara pribadi sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun Pentagon diam-diam memperpanjang penempatan pasukan di Timur Tengah, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), Rabu.

WSJ melaporkan bahwa Trump telah berdiskusi dengan para penasihat senior untuk mengeluarkan pernyataan mengenai "berakhirnya perang dengan Iran," sebuah langkah yang dilaporkan didukung presiden.

Trump percaya bahwa memberikan tekanan ekonomi yang intens akan memaksa Teheran membongkar program nuklirnya atau meruntuhkan pemerintahannya.

Amerika Serikat meluncurkan Operasi Economic Outcast pekan lalu, yang menargetkan jalur ekonomi utama Iran, termasuk sektor minyak, pelayaran, penerbangan, emas, teknologi, dan aset digital.

Namun, meski ada diskusi privat tersebut, Pentagon tetap memperpanjang penempatan pasukan sebagai tanda bahwa perang bisa berlarut "hingga tahun depan."

Militer mempertahankan 50.000 pasukan dan 19 kapal perang, termasuk dua kapal induk dan 13 kapal perusak berpemandu misil, untuk memberikan "fleksibilitas" operasional kepada presiden.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Pezeshkian: PBB harus jalankan misinya cegah perang

Baca juga: Trump ancam Teheran tayangkan video kehancuran Pulau Kharg

Baca juga: Iran catat 18 orang tewas, 142 terluka dalam serangan AS sejak Minggu

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.