Beijing (ANTARA) - China dan Mesir, yang sama-sama merupakan peradaban kuno dengan sejarah panjang dan kebudayaan yang gemilang, telah saling belajar dan berkembang bersama selama ribuan tahun.

Lebih dari 2.000 tahun silam, China dan Mesir terhubung melalui Jalur Sutra kuno, yang tidak hanya menjadi jalur pertukaran porselen dan barang pecah belah, tetapi juga pengetahuan dan gagasan di antara kedua peradaban tersebut.

Kedua negara telah menyaksikan kerja sama yang erat dan terus berkembang di bidang arkeologi, dengan sejumlah proyek arkeologi bersama dalam beberapa tahun terakhir.

Penggalian arkeologi bersama di Luxor dan Saqqara, serta pameran peradaban Mesir di China telah mendekatkan sejarah dan budaya kedua peradaban kuno tersebut kepada masyarakat masing-masing. Berbagai pertukaran semacam ini telah memberikan fondasi kemanusiaan yang lebih mendalam bagi hubungan bilateral.

Pemandu wisata Mesir, Abbas Sayed, memberikan tur kepada para pengunjung di Museum Mesir Agung di Giza, Mesir, 2 Juli 2026. (Xinhua)

Para wisatawan China berpose untuk berfoto di kompleks Piramida Giza di Giza, Mesir, pada 23 Februari 2026. (Xinhua)

Foto ini, yang diambil pada Juni 2025, menunjukkan cendekiawan China Xue Jiang (kanan) dan rekannya sedang memindai sebuah peninggalan untuk penelitian di Saqqara, Mesir. (Xinhua)

Para tamu mengunjungi reruntuhan "danau suci" di kompleks Kuil Montu di area Kuil Karnak di Luxor, Mesir, 24 Januari 2026. (Xinhua)

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.