Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda meningkatkan kualitas diri, pendidikan, keterampilan, dan karakter untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai peluang menuju Indonesia Emas 2045.

"Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju," kata Listyo di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis.

Hal itu disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground.

Menurut Listyo, bonus demografi menjadi peluang besar bagi Indonesia karena jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif.

Momentum tersebut, kata dia, harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi kekuatan bagi Indonesia untuk melakukan lompatan menuju negara maju.

Karena itu, ia menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda sejak dini. Keberhasilan memanfaatkan bonus demografi tidak hanya ditentukan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat persatuan.

Kapolri menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin masa depan.

Berbagai pendidikan dan pelatihan dalam Pramuka, menurut dia, membiasakan generasi muda untuk disiplin, mandiri, bergotong royong, bersosialisasi, dan peduli terhadap sesama.

Listyo juga menceritakan pengalamannya menjadi anggota Pramuka sejak tingkat Siaga di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

"Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang," ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bonus demografi dapat menjadi tantangan apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik.

Ia meminta generasi muda mewaspadai berbagai pengaruh negatif, seperti narkoba, judi daring, tawuran, keterlibatan dalam geng dan kejahatan, hingga penyebaran paham negatif melalui media sosial.

Perkembangan teknologi, lanjut dia, tidak perlu dijauhi, tetapi harus dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kemampuan.

Telepon pintar, media sosial, kecerdasan buatan, dan berbagai platform digital memberikan kesempatan semakin luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Listyo mengatakan pemerintah juga terus membuka akses pendidikan melalui berbagai program, antara lain Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, serta program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Polri, kata dia, turut berkontribusi melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon pemimpin masa depan.

Kapolri juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman serta mengimplementasikan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju," katanya.

Selain meningkatkan kemampuan diri, Listyo mendorong anggota Pramuka memberikan manfaat kepada masyarakat melalui keterlibatan dalam penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat, membantu pengamanan kegiatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Ia juga mengajak anggota Pramuka menjadi pelopor Gerakan Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah melalui kegiatan seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

"Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita," ujar Listyo.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta yang terdiri atas 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar dan organisasi siswa intra sekolah (OSIS), mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan unsur keluarga besar PUI.

Baca juga: Kapolri ceritakan pengalaman jadi Pramuka semasa sekolah

Baca juga: Kemah Nasional PUI, Kapolri ajak generasi muda jaga persatuan

Baca juga: Kapolri nilai buruh Indonesia harus perkuat daya saing global

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.