Pontianak (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat menyiapkan Asrama Haji Pontianak menjadi tempat menginap personel militer Jepang bersama TNI yang akan berpartisipasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.

"Asrama Haji Pontianak ini akan menjadi tempat transit sementara bagi sekitar 180 personel Jepang yang direncanakan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat," kata Kepala Kemenhaj Kalbar Kamaludin di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan kini tengah dilakukan survei yang mencakup kesiapan kamar, aula, fasilitas pendukung, hingga lingkungan asrama yang direncanakan menjadi tempat tinggal sementara selama pelaksanaan misi bantuan penanganan karhutla.

Baca juga: Menhan: Bantuan Jepang tangani karhutla bukti kerja sama pertahanan

Namun Kamaludin menegaskan rencana penggunaan fasilitas tersebut masih bersifat tentatif karena Kemenhaj Kalbar belum menerima surat resmi terkait pelaksanaan misi tersebut.

"Mereka baru melakukan survei kamar, aula, fasilitas pendukung, dan lingkungan asrama. Belum memberikan surat resmi kepada kami, jadi kami masih menganggap ini tentatif," kata dia.

Menurut dia, berdasarkan informasi sementara, personel Jepang direncanakan mulai memasuki Asrama Haji Pontianak pada 10 September 2026 dan tinggal selama sekitar 21 hari.

Kemenhaj Kalbar telah meminta pengelola Asrama Haji mendata jumlah kamar yang masih tersedia maupun fasilitas yang telah digunakan masyarakat untuk memastikan kesiapan tempat tersebut.

"Kalau memang jadi, mereka akan datang masuk Asrama Haji tanggal 10 September 2026," ujarnya.

Baca juga: Jepang kirim kapal Kunisaki bantu padamkam karhutla di Indonesia

Sebelumnya, Asrama Haji Pontianak juga telah digunakan untuk mendukung penanganan karhutla dengan memfasilitasi 120 personel TNI Angkatan Laut selama delapan hari, 300 personel TNI Angkatan Darat dari Mabes TNI, serta 104 personel Brimob.

Untuk misi bantuan Jepang, sekitar 180 personel direncanakan terlibat dengan dukungan tiga helikopter CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force dan kapal angkut JS Kunisaki.

Kamaludin mengatakan pelayanan utama di Asrama Haji Pontianak tetap berjalan sebagaimana biasa meskipun fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

"Kesiapan Asrama Haji Pontianak tersebut memperkuat fungsi fasilitas itu tidak hanya untuk pelayanan haji dan umrah, tetapi juga sebagai sarana pendukung misi kemanusiaan dalam menghadapi kondisi darurat di Kalimantan Barat," kata dia.

Baca juga: Jepang kerahkan kapal, helikopter bantu tangani karhutla di Indonesia

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.