Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai Ancol 2026 dapat mendongkrak perekonomian Jakarta.
"Saya selalu sampaikan bahwa yang namanya olahraga itu mempunyai peran yang begitu banyak," ujar Andri ketika berbicara di acara press gathering 'Bergerak Untuk Jakarta Juara' di Gedung KONI DKI Jakarta, Jakarta, Kamis.
Andri memastikan akan melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Ia melanjutkan UMKM-UMKM yang telah mendapatkan pembinaan hingga pelatihan akan dipersilakan untuk ambil bagian pada PON Pantai Ancol 2026.
"Momentum-momentum, event-event seperti itulah yang kami jadikan tempat mereka untuk melakukan usaha," ungkap Andri.
Baca juga: KONI DKI Jakarta siap sukseskan PON Pantai Ancol 2026
Selanjutnya Andri mengatakan penempatan UMKM-UMKM sudah dibicarakan dengan pihak Ancol agar tidak menghilangkan estetika pantai pada PON Pantai Ancol 2026.
Dia menjabarkan estetika pantai tetap harus diperhatikan karena penyelenggaraan PON Pantai Ancol 2026 juga akan menarik minat lebih banyak wisatawan berkunjung ke lokasi tersebut.
"Pada saat pelaksanaan PON ada juga masyarakat yang mengunjungi lokasi untuk wisata. Pastinya kami akan libatkan UMKM-UMKM binaan kami," jelas Andri.
PON Pantai 2026 merupakan edisi pertama dan hasil kolaborasi antara KONI Pusat, Pemerintah Provinsi dan KONI DKI Jakarta serta Jaya Ancol.
Rencananya, PON tersebut diselenggarakan pada akhir November dengan mempertandingkan cabang olahraga akuatik (open water swimming, polo air), selam, basket 3 x 3, bola tangan pantai, voli, modern pentathlon, triathlon, teqball, rugby, dan layar.
Baca juga: Pramono nilai POPPROV 2026 jadi ajang seleksi atlet menuju PON 2028
Baca juga: PON Pantai bakal digelar di Ancol pada November
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.