Jakarta (ANTARA) - Personel TNI bersama tentara AS, Jepang dan Korea Selatan melatih kemampuan bertahan hidup di hutan dalam ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang digelar di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9).

Dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI yang disiarkan Kamis, dijelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan agar kemampuan prajurit semakin terasah dalam menjalankan operasi jangka panjang di dalam hutan.

"latihan Jungle Survival bertujuan membekali kemampuan bertahan di hutan melalui pemanfaatan sumber daya alam, pengenalan medan, dan keterampilan dasar bertahan hidup," kata siaran pers Puspen TNI tersebut.

Baca juga: TNI gandeng militer negara sahabat perbaiki sekolah di ajang SGS

Tidak hanya mengikuti latihan bertahan hidup di hutan, para personel gabungan ini juga menjalani latihan menembak runduk atau snipper di lokasi yang sama.

Disebutkan bahwa latihan menembak sniper bertujuan mengasah ketepatan, konsentrasi, kesabaran dan pengendalian diri prajurit.

Seluruh rangkaian latihan ini pun berjalan dengan lancar dan aman. Pihak TNI memastikan seluruh personel telah mengikuti standar prosedur keamanan yang telah ditentukan selama latihan.

Dengan adanya kegiatan ini, TNI berharap kemampuan personel dalam bidang operasi militer di hutan semakin meningkat.

"Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana bertukar pengetahuan lintas negara guna memodernisasi kemampuan militer serta mendukung stabilitas kawasan Indo-PasifiK".

Baca juga: TNI bersama prajurit AS-Australia pertajam kemampuan patroli lewat SGS

Ajang SGS tahun 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Mereka datang ke Indonesia untuk menguji kesiapan operasional pasukan, diplomasi pertahanan serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan Super Garuda Shield merupakan latihan tahunan yang digelar di berbagai wilayah Indonesia pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.

“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).

Ke-21 negara tersebut yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Agus mengatakan latihan itu dilaksanakan di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan serta Nunukan, Kalimantan Utara. Latihan akan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.

Baca juga: TNI dan prajurit negara sahabat perkuat kemampuan evakuasi lewat SGS

Pewarta: Walda Marison
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.