Kami berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan keselamatan jalur udara di sana.

Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan keamanan jalur udara di wilayah-wilayah yang terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan keselamatan jalur udara di sana,” ujar Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi ketika ditemui setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis.

Berdasarkan koordinasinya dengan BMKG, Rizal menyampaikan bandara yang berlokasi di Pekanbaru sejauh ini tidak terdampak oleh karhutla.

Sementara itu, sejumlah bandara yang sempat terdampak adalah bandara yang berlokasi di sekitar Palangkaraya.

“Medan kemarin (terdampak), tetapi Medan sudah kembali normal. Kalau Pekanbaru, saya pantau karena arah tiupan, embusan angin, Pekanbaru sejauh ini tidak terdampak,” ujar Rizal pula.

Terkait dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama rombongan yang gagal mendarat di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rizal menyampaikan maskapai memiliki standar tersendiri, terutama terkait jarak pandang, untuk memastikan keselamatan dalam pendaratan.

Selama standar jarak pandang dan visibilitas dari kokpit ke landasan pacu belum terpenuhi, kata dia pula, maka untuk alasan keselamatan pasti pendaratan dibatalkan.

Pesawat yang membawa Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama rombongan gagal mendarat di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, karena kabut asap tebal dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti kawasan bandara.

"Di tempat kita ini beliau batal datang karena kabut asap dan jarak pandang hanya bisa 100 meter saja. Sehingga pesawat tidak berani untuk landing," kata Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Pontianak, Kamis.

Kondisi jarak pandang yang hanya sekitar 100 meter membuat pesawat yang ditumpangi Menhut tidak berani mendarat dan kunjungannya ke Kalbar terpaksa ditunda.

Gubernur Norsan mengatakan, apabila kondisi cuaca dan jarak pandang membaik, Menhut Raja Juli Antoni diupayakan tetap hadir di Kalbar untuk melanjutkan agenda yang telah disiapkan, atau paling lambat dijadwalkan kembali pada hari berikutnya.

Baca juga: Celios: Mitigasi karhutla penting cegah kerugian ekonomi

Baca juga: Kemenhut perkuat pemantauan terpadu dampak karhutla bagi moda udara

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.