Teheran (ANTARA) - Otoritas kesehatan di Iran melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan yang diduga berasal dari pasukan Amerika Serikat yang menghantam upacara pernikahan di Iran selatan meningkat jadi lima orang dengan 70 lainnya mengalami luka-luka.
"Asieh Moulaeinejad meninggal dunia karena luka parah. Oleh karena itu jumlah korban tewas akibat serangan itu mencapai lima jiwa," kata Kepala Bidang Ilmu Pengetahuan Medis Universitas Hormozgan Pejman Shahrokhi pada Kamis (3/9).
Pemerintah Iran mengatakan bahwa pada 1 September malam, terdapat upacara pernikahan di Kecamatan Sirik, Provinsi Hormozgan terkena serangan diduga dari AS yang menewaskan empat orang dan melukai 68 lainnya.
Atas laporan upacara pernikahan yang terkena serangan itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan AS tidak menargetkan warga sipil.
Baca juga: Trump: Serangan AS terhadap Iran demi lindungi Israel, Timteng
Sementara itu, pada Selasa malam (1/9), AS melancarkan rangkaian baru serangan besar ke sejumlah sasaran di Iran.
Menurut CENTCOM, serangan itu menargetkan beberapa fasilitas militer Korps Garda Revolusi Islami Iran (IRGC) termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, fasilitas angkatan laut, dan fasilitas komunikasi.
Baca juga: Militer Iran lancarkan serangan ke pangkalan AS di UEA, Kuwait
Penerjemah: Bayu Prasetyo
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.