Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mulai menyiapkan skema untuk merekonstruksi Desa Sade di Nusa Tenggara Barat pasca terjadinya musibah kebakaran pada Sabtu (22/8 lalu).
"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Widiyanti menyampaikan bahwa pemulihan itu akan berfokus pada penyusunan masterplan rekonstruksi yang menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat lokal.
Baca juga: Wamen PKP: Restorasi kampung Adat Sade lebih Asri dan aman
Baca juga: Kemenbud mendata kerusakan di desa adat Sade, NTB
Guna menyelaraskan langkah, Widiyanti menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Politeknik Pariwisata Lombok, serta para pemangku kepentingan ekosistem pariwisata. Rapat tersebut merumuskan empat langkah utama dalam rencana jangka panjang rekonstruksi Desa Adat Sade.
Langkah pertama diawali dengan pembentukan tim kerja lintas sektor yang melibatkan kementerian/lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat adat.
Tim ini bertugas melakukan pendataan terperinci terhadap masyarakat dan pekerja terdampak agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran.
Selanjutnya, pemerintah merencanakan pembukaan akun donasi satu pintu guna mempermudah pengumpulan dana rekonstruksi desa. Langkah ini juga diimbangi dengan upaya pemenuhan pasokan bahan baku bangunan tradisional yang menjadi tantangan utama masyarakat adat dalam memulihkan hunian mereka.
Langkah ketiga difokuskan pada penyusunan masterplan rekonstruksi yang disusun bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat adat agar tetap mempertahankan karakter serta identitas keaslian Desa Sade.
Baca juga: Kementerian Pariwisata bantu pemulihan Desa Adat Sade di Lombok Tengah
Masterplan ini dilengkapi dengan sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi, seperti penyediaan titik-titik APAR komunal yang didesain menyatu dengan estetika desa, pembuatan embung air darurat, serta penataan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan pengelolaan sampah.
Ia menegaskan bahwa rumah adat di Sade memiliki nilai historis yang tinggi serta menjadi tumpuan mata pencaharian warga, sehingga pemerintah bersama pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan rumah layak tinggal bagi masyarakat adat Sade.
Widiyanti juga meminta agar proses pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Selanjutnya, ia berharap seluruh rangkaian masterplan rekonstruksi ini dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi desa-desa adat lainnya dalam memperkuat mitigasi risiko dan keselamatan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi.
Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat terdampak.
Baca juga: ICPI tekankan pentingnya manajemen risiko pariwisata di desa wisata
Baca juga: Kemenbud kaji rekonstruksi Desa Sade dan mitigasi bencana
Baca juga: ICPI: Pemulihan Desa Adat Sade perlu mencakup pelestarian aset budaya
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.