Wamena (ANTARA) - Anggota Komite III DPD RI Arianto Kogoya menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada organisasi kepemudaan di Papua Pegunungan untuk memperkuat nilai kebangsaan di tengah perkembangan globalisasi.
Arianto Kogoya di Wamena, Jumat, mengatakan sosialisasi tersebut mengangkat tema tantangan kebangsaan di tengah arus globalisasi.
Kegiatan yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, itu diikuti perwakilan kelompok Cipayung, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan sejumlah organisasi kemasyarakatan di Papua Pegunungan.
“Kami sengaja membuat kegiatan ini dalam rangka memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam Empat Pilar MPR kepada pemuda Papua Pegunungan dalam menangkal perkembangan arus globalisasi,” katanya.
Menurut dia, perkembangan globalisasi yang semakin pesat harus diimbangi dengan upaya menjaga dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda Papua Pegunungan.
“Tantangan bangsa ke depan semakin tinggi, untuk itu para pemuda di seluruh Indonesia khususnya Papua Pegunungan harus dibentengi oleh nilai-nilai kebangsaan sehingga mereka tidak terpengaruh hal-hal negatif,” ujarnya.
Arianto menjelaskan Empat Pilar MPR RI meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut dia, pemahaman terhadap empat hal tersebut perlu diperkuat agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Perkembangan zaman sangat baik ketika masyarakat Indonesia khususnya Papua Pegunungan dapat mampu menempatkan diri sesuai prinsip, nilai kebangsaan yang ada,” katanya.
Ia berharap kelompok Cipayung, KNPI, dan berbagai organisasi kemasyarakatan di Papua Pegunungan dapat ikut memberikan edukasi mengenai nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.
“Setiap ada permasalahan sosial, pendidikan, ekonomi, politik biasanya organisasi Cipayung, KNPI dan ormas yang berdiri paling depan dalam menyampaikan keluh kesah masyarakat. Maka nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan kepada mereka supaya dalam menyampaikan aspirasi sesuai dengan norma dan nilai kebangsaan yang berlaku di NKRI,” ujarnya.
Kelompok Cipayung antara lain terdiri atas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Baca juga: LCC Empat Pilar, SMAN 2 Katingan Kuala buktikan jadi juara nasional
Baca juga: MPR harap LCC Empat Pilar mendatang jangkau peserta lebih luas
Baca juga: Ketua Badan Sosialisasi MPR ajak peserta LCC peduli bencana NTT
Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.