PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (3/9) menyerukan kepada negara-negara anggota untuk memperdalam reformasi di bawah Inisiatif UN80 dalam sidang Majelis Umum yang akan datang.

"Menjelang sidang ke-81, saya mendesak negara-negara anggota untuk tidak hanya mempertahankan momentum UN80, tetapi juga memperdalamnya," ujar Guterres dalam sebuah taklimat kepada Majelis Umum mengenai UN80, sebuah upaya reformasi di seluruh sistem yang diluncurkannya pada Maret 2025 bertepatan dengan peringatan 80 tahun berdirinya badan tersebut.

"Delapan puluh tahun lalu, para pendahulu kita mendirikan PBB karena mereka memahami bahwa dunia yang penuh tantangan membutuhkan institusi-institusi yang mampu menjawab tuntutan zaman. Tanggung jawab tersebut kini berada di pundak kita," ujar Guterres.

"Tugas kita adalah mewariskan sebuah PBB yang lebih kuat daripada saat kita menerimanya, lebih terpadu dalam cara kerjanya, lebih disiplin dalam penggunaan sumber dayanya, dan lebih siap untuk memenuhi janji-janji yang dibuat atas namanya."

Fase pertama UN80 berfokus pada identifikasi berbagai kemungkinan. Fase kedua berfokus pada pengujian kemungkinan-kemungkinan tersebut, pengumpulan bukti, dan penentuan jalur yang akan ditempuh. Inisiatif itu kini telah memasuki fase ketiga, yang berfokus pada pengambilan keputusan dan implementasi, ujarnya.

Di ketiga alur kerja UN80, yakni efisiensi di Sekretariat PBB, tinjauan pengimplementasian mandat, serta penyesuaian kembali struktural dan programatik, arah yang akan ditempuh kini semakin jelas, tuturnya.

"Saat saya meluncurkan UN80, saya berbicara tentang tanggung jawab. Saya kembali menggunakan kata tersebut hari ini karena pada akhirnya tanggung jawablah yang akan menentukan apakah inisiatif ini berhasil," ungkap Guterres.

Ukuran sesungguhnya dari keberhasilan UN80 adalah apakah, bertahun-tahun dari sekarang, organisasi ini bekerja secara berbeda berkat pilihan-pilihan yang dibuat oleh negara-negara anggota saat ini, dan yang terpenting, apakah masyarakat di seluruh dunia melihat PBB yang merespons dengan lebih cepat dan lebih efisien, bertindak dengan lebih terpadu, serta memberikan hasil dengan lebih efektif, imbuhnya.


Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.