Jakarta (ANTARA) - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan bagi masyarakat dan jajarannya yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan bantuan yang berasal dari donasi jajaran Kemenimipas itu merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
"Kami ingin memastikan jajaran, warga binaan dan masyarakat yang terdampak bencana tidak sendirian dalam menghadapi kondisi ini," katanya.
Mashudi mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyerahkan bantuan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis (3/9).
Bantuan yang disalurkan terdiri atas 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 rak telur, 1.000 dus mi instan, obat-obatan, dan multivitamin.
Selain itu, disalurkan bantuan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenimipas dan Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS).
Bantuan diberikan kepada masyarakat terdampak gempa, jajaran Rutan Ruteng, warga binaan beserta keluarganya, serta pihak terdampak di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo.
Selain menyerahkan bantuan, Mashudi meninjau kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng yang terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,7 dengan pusat gempa berada di laut, 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer.
Gempa tersebut menyebabkan sejumlah bagian bangunan Rutan Ruteng mengalami kerusakan. Berdasarkan penilaian awal, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan berat dan memerlukan pembangunan kembali.
Mashudi mengatakan hasil penilaian tersebut akan ditindaklanjuti melalui penyusunan kebutuhan penanganan dan rencana anggaran biaya.
Ia juga memastikan pemenuhan hak warga binaan tetap berjalan sesuai standar pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Termasuk pemberian remisi yang diupayakan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Sebelumnya, Kemenimipas menggalang donasi Rp1,8 miliar melalui aksi kemanusiaan yang melibatkan keluarga besar kementerian tersebut untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.
Penggalangan donasi itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia yang dipusatkan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekpin), Tangerang, Jumat (28/8).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana.
"Bantuan sosial untuk saudara-saudara kita dan masyarakat sekitar di NTT terkumpul sebesar Rp1,8 miliar dari keluarga besar Kemenimipas," kata Agus.
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.