Jakarta (ANTARA) - Penyelenggaraan FIBA 3x3 Kaohsiung Challenger 2026 di SKM Park Outlets Kaohsiung, Taiwan, 5-6 September, yang diikuti 16 tim dari berbagai negara menjadi momentum untuk merebut tiga tiket menuju FIBA 3x3 World Tour Deqing 2026.
Laman FIBA 3x3, Jumat, menyebut Challenger ke-21 pada rangkaian FIBA 3x3 Pro Circuit 2026 itu menjadi momen bagi para peserta untuk bisa tampil di seri yang lebih bergengsi yakni World Tour Deqing 2026 di Huzhou, Zhejiang, China, pada 26-27 September.
Dalam Kaohsiung Challenger musim 2026, Antwerp dari Belgia menjadi unggulan pertama sekaligus tim peringkat ketiga klasemen musim 2026. Namun, Antwerp telah memastikan tiket ke Deqing melalui Bordeaux Challenger 2026, sehingga tampil tanpa beban.
Tiga tiket, justru diprediksi akan diperebutkan dengan sengit oleh Raudondvaris Hoptrans dari Lithuania, Toronto (Kanada), serta Cibona Ph.Classic (Kroasia) yang menjadi tim unggulan lainnya. Tim Barcelona, Taipei WanBao, Crvena Zvezda, dan Princeton juga masuk dalam persaingan utama.
Sejumlah pemain berpengalaman turut memperkuat tim peserta, di antaranya Dennis Donkor bersama Antwerp, Ignas Vaitkus membela Raudondvaris Hoptrans, serta Westher Molteni yang menjadi andalan Toronto. Sedangkan Barcelona mengandalkan Nil Bria dan Taipei WanBao memiliki Mike Efevberha.
Tim lainnya yaitu Crvena Zvezda akan diperkuat Milos Antic, Cibona memiliki Roko Spaseski, dan Princeton mengandalkan Justin Pierce selaku juara FIBA 3x3 Champions Cup 2026.
Sementara Indonesia turut ambil bagian melalui Tim Balige yang berada di posisi ke-16 dalam daftar unggulan. Balige harus melalui babak kualifikasi (qualifying draw) Grup B bersama Phoenix dari Amerika Serikat (AS) dan Shibuya dari Jepang.
Untuk babak utama (main draw) terdiri atas empat grup. Grup A dihuni Antwerp, Utrecht, dan Seef, sedangkan Pool B berisi Raudondvaris Hoptrans, Princeton, dan Singapore.
Toronto, Cibona, serta pemenang babak kualifikasi dari Grup A berada di Grup C. Lalu Grup D diisi Taipei WanBao, Crvena Zvezda, dan pemenang kualifikasi dari Grup B.
FIBA menyatakan setiap pertandingan memiliki arti penting karena format 3x3 yang berlangsung cepat dan sistem gugur membuat kesalahan kecil dapat menentukan peluang lolos.
Baca juga: FIBA 3x3 Utsunomiya 2026 jadi panduan turnamen ramah lingkungan
Baca juga: Peta kekuatan tim peserta dalam FIBA 3x3 Women's Series Final 2026
Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.