Kuala Lumpur (ANTARA) - Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas menekankan kepada media di Malaysia bahwa pemerintah dan rakyat Indonesia sedang bahu-membahu memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu disampaikan Menteri Hukum saat mendapat pertanyaan dari salah satu media Malaysia pada sesi wawancara cegat, usai acara dialog dengan warga negara Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Jumat.

Seorang wartawan dari media Malaysia menanyakan tanggapan soal pengkajian ulang perjanjian ASEAN mengenai pencemaran asap lintas batas.

Meskipun pertanyaan itu di luar konteks dialog yang diselenggarakan di KBRI Kuala Lumpur saat itu, Menkum tetap berupaya memberikan penjelasan dengan baik.

"Pertama, itu bukan topik yang kami bicarakan di sini. Kedua, kami sedang berusaha, pemerintah, Presiden turun tangan untuk memadamkan, dan ini bukan hanya untuk ASEAN, tapi kami berkepentingan soal itu," katanya.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas hadir di Malaysia bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk menjadi narasumber dialog dengan WNI dalam acara bertajuk "Pasti Ada Solusi", untuk menyerap aspirasi para WNI di Malaysia, Jumat.

Ini merupakan pertama kalinya tiga menteri duduk dalam satu panggung yang sama untuk bersama mencari solusi bagi permasalahan yang kerap ditemui WNI di Malaysia.

Pada kesempatan itu, turut dilakukan penyerahan simbolis surat penegasan status kewarganegaraan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang belum memiliki status kewarganegaraan.

Secara keseluruhan, pemerintah RI memberikan penegasan status kewarganegaraan bagi 1.512 anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.