Jakarta (ANTARA) - Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jakarta melakukan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan sungai dan menciptakan konsep rumah sehat melalui program "Arsitek Goes to School" dalam rangkaian Festival Arsitektur Bantar Sungai 2026.

"Jadi arsitek datang ke sekolah-sekolah di dekat sini untuk memperkenalkan profesi arsitek, mengenai peranan sungai, dan mengenai pentingnya rumah sehat," kata Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto dalam acara Festival Arsitektur Bantar Sungai 2026 di Banjir Kanal Timur (BKT) Malaka Sari, Jakarta Timur, Jumat.

Program tersebut menjadi salah satu bagian penting dari Festival Arsitektur karena arsitek tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga bertanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai lingkungan dan kualitas hunian.

Edukasi tersebut telah dilaksanakan di tiga Sekolah Menengah Atas (SMA), yakni SMA Negeri 61, SMA Negeri 71 dan SMA Negeri 100.

Dalam kegiatan itu, para arsitek berdialog langsung dengan siswa untuk memperkenalkan profesi arsitek dan memberikan pemahaman mengenai keterkaitan antara arsitektur, lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Menurut Teguh, pengenalan profesi arsitek kepada pelajar penting dilakukan sejak dini agar siswa memahami bahwa arsitektur tidak sekadar berkaitan dengan bentuk atau keindahan bangunan.

Arsitektur, kata Teguh, juga berkaitan dengan bagaimana sebuah bangunan dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya serta bagaimana lingkungan di sekitarnya ditata secara baik.

Salah satu materi yang diperkenalkan kepada para pelajar adalah mengenai peranan sungai.

Konsep rumah sehat diperkenalkan sebagai bagian dari pemahaman dasar mengenai hunian yang nyaman, termasuk persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti kondisi rumah yang panas dan sirkulasi udara yang kurang baik.

Teguh mengatakan pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa dapat melihat persoalan arsitektur dari lingkungan terdekat mereka.

"Jadi warga yang ingin tanya apa pun soal rumah sehat, mengenai arsitektur, mengenai layout ruangan, rumah saya kok panas, rumah saya kok hawanya kurang, itu bisa konsultasi dan tidak berbayar di acara ini," kata Teguh.

Selain program edukasi ke sekolah, Festival Arsitektur juga menghadirkan pameran desain penataan bantaran sungai dan desain rumah sehat.

Masyarakat juga diajak mengikuti berbagai kegiatan yang bersifat rekreatif, seperti festival layang-layang, BKT Run, lomba fotografi, sketsa, layar tancap, dan pertunjukan lenong.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur Fauzi mengatakan Festival Arsitektur di kawasan BKT tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan ruang yang memperhatikan aspek kenyamanan dan estetika.

Fauzi berharap kegiatan semacam itu dapat terus mendorong lahirnya gagasan baru dalam penataan lingkungan dan hunian warga.

"Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah tenaga arsitektur, program ini diharapkan dapat berkembang dari sekadar perbaikan bangunan menjadi upaya menciptakan hunian yang sehat, nyaman, terjangkau, dan tetap memiliki karakter arsitektur," kata Fauzi.

Baca juga: IAI Jakarta dorong koridor sungai jadi ruang publik bagi warga

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.