Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Lisa dari grup K-Pop BLACKPINK menceritakan kesulitan pada masa lalu saat menjadi idola K-pop hingga hubungan masa lalu dengan mantan kekasih.
Dikutip dari Korea Times, Jumat (4/9) waktu setempat, wanita yang pindah ke Korea pada 2011 ini mengingat saat ia memulai pelatihan di bawah naungan YG Entertainment ketika berusia 14 tahun.
Dia mengingat betul saat pelatihan berlangsung, dia bahkan tidak memiliki keberanian mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Saya tak berani berbicara atau mengungkapkan pikiran saya," kata dia.
Baca juga: Lisa BLACKPINK ungkap batasan yang dia hadapi sebagai idola K-pop
Album studio solo perdananya "Alter Ego" merupakan karya yang terinspirasi dari pengalaman romantisnya sendiri, bahkan lagu "Dream" terinspirasi dari hubungan yang dia rahasiakan pada masa lalu.
Sebab, kata dia, dalam budaya K-pop, seorang idola tidak diperbolehkan berpacaran.
"Saat masih muda, saya pernah berpacaran beberapa kali, tetapi kami harus menyembunyikan hubungan kami. Saya tidak ingin hubungan saya menjadi hal yang merusak popularitas BLACKPINK," kata dia.
Terkait perilisan lagu itu, Lisa mengaku telah menghubungi mantan kekasih untuk meminta izin sekaligus persetujuan untuk merilisnya. Mantan kekasih Lisa menyetujuinya dengan syarat penggemar tidak boleh mengetahui identitasnya.
Lisa, belakangan ini dirumorkan telah mengakhiri hubungannya dengan Frederic Arnault yakni sosok pewaris kerajaan barang mewah LVMH yang telah diisukan dekat dengannya sejak 2023. Dia juga sempat dikabarkan dekat dengan aktor Thailand yakni Blue Pongtiwat setelah itu.
Baca juga: Lisa BLACKPINK siapkan album solo baru
Baca juga: Grup K-pop E'LAST bubar setelah enam tahun bersama
Baca juga: Jeongyeon TWICE berpisah dengan JYP Entertainment
Baca juga: Album "This & That" Stray Kids puncaki tangga lagu Billboard 200
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.