Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memastikan perjalanan kereta api aman, lancar, dan sesuai dengan kondisi operasional yang berlaku kendati ada sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu.

“Sebaran abu vulkanik yang terpantau di sejumlah wilayah sejauh ini tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangan resmi, Minggu.

Franoto mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi jalur kereta api serta stasiun.

Dia menyampaikan bahwa KAI telah menyiagakan petugas di stasiun maupun sepanjang jalur kereta api untuk melakukan pemantauan secara berkala dan mengantisipasi apabila terjadi perubahan kondisi akibat sebaran abu vulkanik.

“Kami memastikan aspek keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Petugas kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur, stasiun, serta jarak pandang masinis di sepanjang perjalanan,” kata Franoto.

KAI, imbuh dia, juga terus berkoordinasi dan memantau perkembangan informasi dari instansi terkait mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan sebaran abu vulkanik.

Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi perjalanan KA, KAI akan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

Franoto mengimbau masyarakat dan penumpang untuk tetap tenang serta tidak khawatir melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami terus memantau kondisi secara intensif dan akan mengutamakan keselamatan pelanggan, petugas, maupun perjalanan KA dalam setiap pengambilan keputusan operasional,” kata dia.

Baca juga: Kemenhub: Bandara Soetta ditutup sementara imbas erupsi Anak Krakatau

Baca juga: Sejumlah penerbangan Lampung-Jakarta dibatalkan dampak erupsi GAK

Baca juga: Kemenhub: Operasional bandara normal usai erupsi Gunung Anak Krakatau

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.