Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten meminta masyarakat agar mewaspadai erupsi letusan Gunung Anak Krakatau di wilayah perairan Selat Sunda.
"Peringatan imbauan itu agar masyarakat meningkatkan waspada erupsi letusan Gunung Anak Krakatau," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta saat dihubungi, Minggu.
Erupsi letusan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terjadi sejak Jumat (4/9) malam hingga kini masih mengeluarkan pijar lava.
Bahkan, mengeluarkan suara gemuruh dan dentuman serta debu hingga ke wilayah Kabupaten Lebak.
Karena itu, BPBD Lebak mengimbau masyarakat agar meningkatkan waspada erupsi letusan Gunung Anak Krakatau guna menghindari bahaya lontaran batu pijar, aliran lava, hujan abu vulkanik dan material vulkanik yang masuk ke laut.
"Saya kira dengan kewaspadaan itu dapat mengurangi resiko kebencanaan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa," kata Sukanta.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Serang, Muhammad Dika Nurzaman mengatakan saat ini status Gunung Anak Krakatau Level III atau Siaga dan masyarakat pesisir tidak khawatir berlebihan karena potensi ancaman gelombang pasang sangat minim mengingat tubuh gunung yang masih relatif kecil.
Selain itu juga potensi tsunami sangat kecil, bahkan bisa dikatakan tidak ada.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap menjauh dari Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer," kata Dika.
Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.