Jakarta (ANTARA) - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghentikan sementara operasional fasilitas lift dan eskalator di seluruh halte untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang dapat merusak sistem mekanikal dan modul sensor elektronik.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik di wilayah Ibu Kota dan memastikan kenyamanan kepada pelanggan.

"Sebagai bentuk komitmen terhadap kenyamanan seluruh pelanggan,” kata dia.

Ayu menegaskan reaktivasi lift dan eskalator akan dilakukan secara bertahap setelah pembersihan menyeluruh, serta uji kelayakan bersama tim teknis selesai dilakukan.

​Ayu mengatakan ​meskipun terdapat penyesuaian operasional pada fasilitas pendukung tersebut, seluruh layanan bus Transjakarta dipastikan beroperasi normal melayani penumpang.

Transjakarta juga menyiagakan petugas di area tangga untuk mendampingi dan memfasilitasi pelanggan berkebutuhan khusus serta kelompok prioritas.

Transjakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Baca juga: BPBD sebut paparan abu vulkanik di Jakarta tipis dan dapat berubah

Baca juga: Dishub DKI percepat "car free day" antisipasi paparan abu vulkanik

Baca juga: DKI perketat pemantauan kualitas udara imbas sebaran abuvulkanik

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.