Sigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), memfasilitasi percepatan pembebasan lahan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu.
"Kami memberikan dukungan secara terbuka termasuk mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar area proyek itu menjaga kondusivitas agar pelaksanaan kegiatan penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (PSPE) berjalan lancar," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi di Bora, Sulteng, Minggu.
Ia menuturkan pentingnya percepatan penyelesaian lahan untuk menjamin kelancaran proyek strategis nasional (PSN) PLTP Bora Pulu.
"PLTP ini merupakan backbone Astacita Presiden Prabowo Subianto yakni ketahanan dan kemandirian energi nasional karena energi panas bumi hanya dapat dimanfaatkan di daerah sekitar dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga bahan bakar global," ucapnya.
Menurut dia, wilayah penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (WPSPE) Bora Pulu mencakup area seluas 78.388 hektare yang melintasi tiga wilayah administratif, yakni Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Donggala.
"Saat ini, pelaksanaan program pengembangan panas bumi tahap awal dilakukan di Desa Bora sebesar 40 megawatt, setelah itu akan dilanjutkan di Desa Pulu dan Desa Kadidia yang totalnya mencapai 123 megawatt," sebutnya.
Ia mengemukakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam proses penyelesaian pembebasan lahan yakni mengawal pelaksanaan studi land acquisition and resettlement action plan (LARAP), serta memastikan kajian geohazard terkait kerawanan gempa dan likuifaksi dilakukan secara cermat.
"Pendampingan sosialisasi lanjutan akan terus kami lakukan kepada warga, khususnya di desa-desa yang menjadi lokasi pembangunan jalan akses dan tapak sumur eksplorasi. Kondusivitas wilayah adalah kunci keberhasilan investasi ini," kata dia.
Proyek PLTP Bora Pulu nantinya memiliki potensi cadangan mencapai 123 MW ditargetkan menyelesaikan pekerjaan lahan dan perbaikan infrastruktur jalan pada triwulan I 2027.
Untuk tahap pengeboran sumur eksplorasi dilakukan pada triwulan III 2027.
Baca juga: PLN Indonesia Power optimalkan aset karbon PLTP Gunung Salak
Baca juga: ESDM pastikan PLTP Bora Pulu hasilkan PNBP Rp3,7 miliar setiap tahun
Baca juga: Kementerian ESDM: Pengembangan panas bumi Ungaran dilakukan bertahap
Pewarta: Moh Salam
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.