Adanya erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berarti layanan KA Rajabasa dihentikan. Namun, KAI tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi perjalanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait

Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memastikan operasional KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang (PP) tetap berjalan sesuai jadwal meski ada erupsi Gunung Anak Krakatau.

Manajer Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Minggu, mengatakan keselamatan pelanggan menjadi prioritas perusahaan. KAI terus memantau kondisi perjalanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap operasional kereta api.

"Adanya erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berarti layanan KA Rajabasa dihentikan. Namun, KAI tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi perjalanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api," katanya.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Pada 5 September 2026, gunung api tersebut dilaporkan mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh.

Badan Geologi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi, di antaranya aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu lebat.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, KAI Divre III mengimbau pelanggan KA Rajabasa yang melakukan perjalanan menuju Lampung maupun sebaliknya untuk terus mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, serta pemerintah daerah.

Baca juga: KAI Palembang angkut 26.723 pelanggan saat libur Maulid Nabi

Baca juga: KAI Palembang tambah KA eksekutif saat libur Maulid Nabi

"Khusus bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan KA Rajabasa menuju Lampung, kami mengimbau untuk selalu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, BMKG, serta pemerintah daerah," ujarnya.

KAI juga mengimbau pelanggan tetap menggunakan masker selama perjalanan, khususnya apabila terdapat paparan debu atau abu vulkanik di lingkungan sekitar.

Selain aktivitas Gunung Anak Krakatau, KAI Divre III turut mengingatkan masyarakat mengenai kondisi kualitas udara di Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang menurun akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara BMKG, konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) di Stasiun Pemantauan Musi 2 Palembang pada Minggu mencapai kategori berbahaya.

"Kami berharap pelanggan tetap tenang, tidak panik, dan selalu mendapatkan informasi dari sumber resmi. Yang terpenting, jaga kesehatan, gunakan masker saat diperlukan, dan jangan memaksakan perjalanan apabila kondisi kesehatan maupun situasi lingkungan tidak memungkinkan," kata Aida.

Baca juga: LRT Sumsel layani 96 perjalanan dukung CFN selama Agustus 2026

Baca juga: KAI Palembang operasikan kereta ekonomi premium KA Rajabasa

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.