Balikpapan (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) memperkuat pengawasan harga dan pasokan bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar tradisional Kota Balikpapan, guna memastikan stabilitas harga dan mengantisipasi gejolak pasar.
"Kami terus memantau pergerakan harga dan pasokan di pasar secara rutin. Pengawasan ini penting agar masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar," kata Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim Kompol Ricky Ricardo Sibarani di Balikpapan, Minggu.
Kompol Ricky menjelaskan pemantauan dilakukan secara terpadu bersama Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, dan pengelola pasar setempat.
Tim turun langsung ke pedagang untuk mengecek stok, harga jual, hingga kelancaran jalur distribusi dari daerah asal penyuplai.
Berdasarkan pemantauan pada pekan pertama September 2026, Satgas mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas beras dan daging sapi.
Kenaikan tersebut dipicu oleh dinamika distribusi dari luar daerah serta fluktuasi pola permintaan masyarakat.
Meski demikian, pasokan bapok secara keseluruhan dipastikan dalam kondisi aman.
Sebaliknya, komoditas lain seperti minyak goreng, gula, dan tepung terigu terpantau stabil.
Sementara pada pemantauan Jumat (4/9) sebelumnya, sejumlah komoditas hortikultura justru sempat menunjukkan tren penurunan harga.
Menurut Ricky, pengawasan ketat di Balikpapan menjadi prioritas karena kota berjuluk Kota Minyak ini bukan daerah produsen pangan.
Sebanyak 80 persen kebutuhan bapok Balikpapan bergantung pada pasokan luar daerah seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketergantungan tersebut membuat struktur harga di Balikpapan sangat sensitif terhadap hambatan logistik laut dan cuaca di pelabuhan.
Keterlambatan bongkar muat kapal atau truk pengangkut dapat memicu lonjakan harga dalam waktu singkat, terutama untuk komoditas sensitif seperti cabai, bawang, dan daging.
Terlebih lagi, status Balikpapan sebagai kota besar sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat tingkat konsumsi rumah tangga, hotel, dan industri jasa sangat tinggi.
Oleh karena itu, Satgas Pangan Polda Kaltim menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi gangguan suplai sejak dini, sekaligus mencegah praktik spekulasi seperti penimbunan stok atau permainan harga sepihak di tingkat pedagang.i
Baca juga: Mentan: Satgas Pangan tetapkan 39 tersangka kasus perberasan
Baca juga: Kementan gandeng Satgas Pangan stabilkan harga ayam hidup peternak
Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.