Beijing (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat tanah longsor dan banjir bandang di Daerah Otonom Tibet di China telah mencapai 43 orang, sementara 519 lainnya masih dinyatakan hilang, lapor China Central Television (CCTV), yang mengutip otoritas setempat, Ahad.

Sebelumnya, CCTV melansir bahwa 31 orang tewas dan 531 lainnya dinyatakan hilang dalam bencana tersebut.

Banjir bandang melanda wilayah utara Nepal pada Rabu (26/8) pagi setelah aliran air deras menyapu masuk ke Sungai Bhotekoshi. Banjir tersebut terjadi setelah gletser mengalami penyusutan yang kemudian memicu tanah longsor.

Sementara itu, jumlah korban meninggal di Nepal telah melampaui 1.300 orang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Pasokan listrik pulih di kawasan inti Pelabuhan Gyirong, Xizang

Baca juga: Korban tewas banjir Nepal-China 1.280 orang, 5.260 masih hilang

Baca juga: Perempuan Nepal selamat setelah 10 hari tertimbun reruntuhan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.