Kepindahan Durant ke Warriors resahkan Komisioner NBA

Kepindahan Durant ke Warriors resahkan Komisioner NBA

Pebasket Kevin Durant yang hijrah dari Oklahoma City Thunders ke Golden State Warriors untuk NBA musim 2016/2017. (Reuters)

Las Vegas (ANTARA News) - Komisioner NBA Adam Silver mengutarakan keresahan yang dirasakannya terkait kepindahan Kevin Durant ke Golden State Warriors, mengatakan bahwa adanya satu tim yang terlalu kuat cenderung berdampak kurang ideal bagi persaingan liga bola basket Amerika Serikat tersebut.

Hal itu disampaikan Silver dalam sebuah konferensi pers selepas pengumuman hasil pertemuan tahunan Dewan Pengelola NBA di Las Vegas, AS, Selasa (12/7) setempat.

"Terkait Kevin Durant, saya sepenuhnya menghormati keputusannya untuk mengambil salah satu dari pilihan yang tersedia semenjak ia memasuki status tanpa ikatan. Dalam hal ini ia sepenuhnya bergerak mengikuti koridor peraturan yang ada, demikian juga Golden State," kata Silver sebagaimana dilansir laman resmi NBA.com.

Media setempat belakangan menghembuskan teori bahwa keberadaan sebuah tim bertabur bintang akan lebih menguntungkan untuk NBA dibandingkan menyebarkan para pemain top ke 30 klub semerata mungkin, mengingat pendapatan NBA sebagian besar diterima dari uang hak siar.

"Saya pikir itu tidak baik untuk liga, asal tahu saja. Kira-kira begini, siapapun yang ada di tim "favorit mahal", coba sampaikan itu kepada 430 pemain yang tidak ada di tim-tim tersebut," kata Silver.

"Kita lihat apa yang terjadi dengan Golden State musim mendatang. Kalian memiliki keselarasan yang kuat di antara sekolompok pemain dan sekarang menambahkan sosok bintang baru di dalamnya, tentu menarik melihat apa yang akan terjadi. Namun sekali lagi saya sampaikan, saya pikir ini tidak ideal dari sudut pandang liga," ujarnya menambahkan.

Kepindahan Durant ke runner-up NBA 2016, Warriors, tidak lain merupakan dampak dari kesepakatan batas gaji baru dari 70 juta dolar AS per musim menjadi 94,1 juta dolar AS per musim.

Akibatnya, jutaan dolar digelontorkan sepanjang pasar perpindahan dan perpanjangan kontrak pemain berlangsung, membuat seorang pebasket yang bahkan tak pernah mencicipi bermain untuk Tim All-Stars dapat meraup kontrak bernilai lebih dari 100 juta dolar AS sementara seorang pemain langganan calon MVP pindah bergabung dengan tim yang musim lalu memenangi 73 pertandingan.

Penerjemah: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar