Jakarta (ANTARA) - Hobi bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Bagi anak, memiliki aktivitas yang disukai juga dapat menjadi ruang untuk bermain, mengeksplorasi minat, mengembangkan kemampuan, dan berinteraksi dengan orang lain.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut aktivitas bermain berperan penting dalam perkembangan anak, termasuk membantu kemampuan mengatur emosi, membangun keterampilan sosial, serta membantu anak menghadapi stres.

Karena itu, orang tua tidak harus selalu mengarahkan anak pada kegiatan yang dianggap paling produktif. Memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai hobi dan menemukan kegiatan yang benar-benar disukainya justru dapat membantu membangun rasa percaya diri.

Lantas, apa saja hobi yang baik untuk mendukung kesehatan mental anak?

1. Menggambar dan mewarnai

Menggambar, mewarnai, melukis, atau membuat kerajinan tangan bisa menjadi pilihan sederhana untuk anak.

Aktivitas seni memberikan kesempatan bagi anak untuk menuangkan imajinasi dan mengekspresikan dirinya. Kegiatan seperti menggambar, menggunakan krayon, membuat bentuk dari tanah liat, hingga membuat prakarya juga dapat membantu kreativitas dan keterampilan motorik halus.

Tidak perlu menggunakan peralatan mahal. Kertas, pensil warna, krayon, atau barang bekas di rumah sudah cukup untuk memulai.

Baca juga: Bahaya paparan pornografi pada anak: Dampak bagi otak, mental, dan perilaku

2. Membaca buku

Membaca dapat menjadi hobi yang membantu anak mengeksplorasi berbagai cerita, pengetahuan, dan sudut pandang.

Orang tua bisa membiarkan anak memilih bacaan sesuai usia dan minatnya. Dengan begitu, membaca tidak terasa seperti tugas sekolah tambahan.

Kebiasaan membaca juga dapat menjadi aktivitas yang lebih tenang, terutama setelah anak menjalani hari yang cukup padat.

3. Bermain alat musik

Bermain piano, gitar, drum, biola, atau alat musik lainnya dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak yang tertarik pada musik.

Selain melatih keterampilan, aktivitas bermusik memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan kreativitas.

Namun, jangan menjadikan kemampuan memainkan alat musik sebagai target yang harus selalu sempurna. Biarkan anak menikmati proses belajar dan menentukan jenis musik yang disukainya.

4. Olahraga

Olahraga seperti berenang, bersepeda, sepak bola, bulu tangkis, atau sekadar bermain kejar-kejaran dapat menjadi hobi yang bermanfaat bagi tubuh sekaligus pikiran.

Aktivitas fisik pada anak dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan mental dan perilaku, termasuk membantu meningkatkan suasana hati, perhatian, rasa percaya diri, serta keterampilan sosial. Olahraga yang dilakukan bersama orang lain juga dapat menjadi kesempatan untuk belajar bekerja sama.

Yang terpenting, pilih aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak serta membuat mereka merasa senang.

Baca juga: Bagaimana olahraga bisa membantu mengurangi stres?

5. Berkebun

Berkebun bisa menjadi pilihan bagi anak yang senang bermain di luar ruangan.

Anak dapat diajak menanam bunga, merawat tanaman, menyiram, atau mengamati pertumbuhan tanaman dari waktu ke waktu.

Kegiatan semacam ini juga memberikan kesempatan kepada anak untuk lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

6. Memasak

Memasak bersama orang tua dapat menjadi hobi sekaligus kesempatan bagi anak untuk belajar berbagai keterampilan sehari-hari.

Anak dapat dilibatkan dalam kegiatan sederhana yang sesuai usianya, seperti mencampur bahan, menghias makanan, atau membantu menyiapkan meja.

Selain menyenangkan, aktivitas bersama orang tua juga dapat memperkuat hubungan keluarga.

7. Bermain permainan papan

Permainan seperti catur, monopoli, ular tangga, puzzle, atau permainan kartu yang sesuai usia dapat menjadi pilihan hobi yang dilakukan bersama keluarga maupun teman.

Permainan bersama memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar bergiliran, mengikuti aturan, berkomunikasi, dan menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

AAP menyebut permainan bersama orang tua dan teman dapat membantu perkembangan keterampilan sosial, kognitif, bahasa, serta kemampuan mengatur emosi.

Baca juga: Instagram hadirkan notifikasi khusus ortu, bantu jaga mental remaja

8. Menulis cerita atau jurnal

Anak yang senang bercerita dapat diarahkan mencoba menulis cerita pendek, membuat komik, atau menulis jurnal sederhana.

Kegiatan ini dapat menjadi cara bagi anak untuk menuangkan ide dan pengalaman sehari-hari.

Orang tua sebaiknya tidak terlalu cepat mengoreksi hasil tulisan. Berikan ruang bagi anak untuk bereksperimen dengan cerita dan gaya mereka sendiri.

9. Bermain peran

Bermain peran bisa dilakukan dengan cara sederhana, misalnya bermain menjadi dokter, guru, koki, astronaut, atau karakter fiksi.

Menurut AAP, permainan imajinatif dapat membantu perkembangan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, bahasa, serta keterampilan sosial anak. Aktivitas ini juga memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi berbagai peran dan situasi.

Bahkan, permainan tersebut tidak selalu membutuhkan mainan khusus. Anak dapat menggunakan barang yang ada di rumah untuk menciptakan dunianya sendiri.

10. Berjalan-jalan dan menikmati alam

Jalan santai, bersepeda, bermain di taman, atau sekadar mengamati lingkungan sekitar juga bisa menjadi hobi.

Aktivitas luar ruangan memberikan kesempatan bagi anak untuk bergerak dan menggunakan berbagai indera ketika mengeksplorasi lingkungan.

AAP juga menjelaskan bahwa bermain di luar ruangan dapat membantu anak mengembangkan kemampuan seperti keseimbangan dan kesadaran terhadap ruang.

Baca juga: Jepang kembangkan program pendidikan untuk atasi kesepian anak

Hobi tidak harus menghasilkan prestasi

Salah satu hal yang penting diperhatikan orang tua adalah tidak menjadikan setiap hobi sebagai ajang mengejar prestasi.

Anak boleh memiliki hobi hanya karena merasa senang melakukannya. Tidak semua kegiatan harus berujung pada lomba, sertifikat, atau nilai tambahan.

Aktivitas yang menyenangkan justru dapat memberikan ruang bagi anak untuk beristirahat dari rutinitas sekolah dan berbagai tuntutan sehari-hari.

Selain itu, hobi anak juga dapat berubah seiring bertambahnya usia. Anak yang sebelumnya senang menggambar mungkin kemudian tertarik pada olahraga atau musik. Hal tersebut merupakan bagian dari proses menemukan minat dan mengenali dirinya sendiri.

Biarkan anak memilih hobinya

Setiap anak memiliki minat dan karakter yang berbeda. Karena itu, orang tua tidak perlu memaksakan satu jenis hobi hanya karena dianggap paling bagus.

Berikan beberapa pilihan, kemudian perhatikan kegiatan apa yang membuat anak terlihat tertarik dan nyaman. Orang tua juga dapat mencoba melakukan aktivitas tersebut bersama anak.

AAP menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengikuti aktivitas yang sesuai dengan minat dan kekuatannya. Kegiatan seperti olahraga, seni, musik, teater, maupun aktivitas lainnya dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa percaya diri.

Pada akhirnya, hobi yang baik bukan hanya soal kegiatan apa yang dilakukan, tetapi juga bagaimana anak menjalankannya. Selama aman, sesuai usia, menyenangkan, dan tidak memberikan tekanan berlebihan, hobi dapat menjadi salah satu bagian dari lingkungan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.

Baca juga: Wamenkes: Percobaan bunuh diri pada siswa naik 2,7 kali lipat

Baca juga: Kemenkes upayakan layanan kesehatan jiwa dan daycare ditanggung BPJS

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.