Jakarta (ANTARA) - Keracunan makanan tidak selalu terjadi karena makanan sudah basi. Kontaminasi bakteri, virus, parasit, bahan kimia, hingga kesalahan dalam pengolahan dan penyimpanan juga dapat membuat makanan menjadi tidak aman dikonsumsi.

Makanan yang terlihat masih segar, memiliki aroma normal, atau belum melewati tanggal kedaluwarsa pun belum tentu sepenuhnya aman. Kontaminasi tertentu tidak selalu mengubah warna, rasa, maupun bau makanan.

Secara global, makanan yang tidak aman diperkirakan menyebabkan sekitar 866 juta orang jatuh sakit dan 1,52 juta kematian setiap tahun. Penyakit akibat makanan juga dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis penyakit.

Berikut lima penyebab makanan dapat menyebabkan keracunan, merangkum sejumlah sumber:

1. Makanan terkontaminasi bakteri

Bakteri seperti Salmonella dan jenis tertentu dari E. coli dapat mencemari makanan dan menyebabkan penyakit. Kontaminasi bisa terjadi sejak bahan pangan diproduksi hingga saat makanan disiapkan dan disajikan.

Daging, unggas, telur, susu mentah, serta sejumlah bahan pangan lainnya dapat menjadi sumber bakteri apabila tidak ditangani dengan benar.

Karena itu, makanan perlu dimasak hingga matang dan bahan mentah sebaiknya dipisahkan dari makanan yang sudah siap dikonsumsi.

Baca juga: Mengelola sisa makanan pesta tahun baru agar tetap aman dikonsumsi

2. Kontaminasi silang

Makanan yang sebenarnya sudah matang dapat menjadi tidak aman ketika bersentuhan dengan bahan mentah yang mengandung mikroorganisme berbahaya.

Contohnya, menggunakan talenan atau pisau yang sama untuk memotong ayam mentah kemudian digunakan langsung untuk makanan matang tanpa dicuci terlebih dahulu.

Kontaminasi juga dapat terjadi melalui tangan, kain lap, peralatan dapur, maupun permukaan meja yang tidak bersih.

3. Makanan tidak dimasak hingga matang

Proses memasak yang kurang matang dapat membuat mikroorganisme berbahaya masih bertahan di dalam makanan. Risiko ini terutama perlu diperhatikan pada daging, unggas, telur, dan makanan laut.

Memasak makanan hingga matang secara menyeluruh merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit akibat makanan. Untuk makanan tertentu, suhu bagian dalam sekitar 70 derajat Celsius dapat membantu memastikan makanan lebih aman dikonsumsi.

4. Makanan disimpan pada suhu yang tidak tepat

Makanan yang sudah matang tetap dapat menjadi sumber penyakit apabila disimpan dalam kondisi yang tidak tepat. Suhu penyimpanan yang tidak aman dapat memberikan kesempatan bagi mikroorganisme untuk berkembang.

Karena itu, makanan perlu disimpan pada suhu yang aman dan tidak dibiarkan terlalu lama dalam kondisi yang memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme.

Hal ini menjadi semakin penting ketika makanan disiapkan dalam jumlah besar, seperti saat acara keluarga, pesta, katering, atau makan bersama.

Baca juga: Kemenag pastikan santri yang diduga keracunan tertangani secara cepat

5. Air dan bahan makanan sudah terkontaminasi

Keracunan juga dapat terjadi karena bahan baku yang digunakan sejak awal sudah tercemar. Air dan es yang tidak aman, sayuran yang tidak dicuci dengan baik, serta bahan pangan yang terkontaminasi dapat membawa mikroorganisme atau zat berbahaya ke dalam makanan.

Bahan makanan yang rusak atau berjamur juga dapat mengandung zat beracun tertentu. Karena itu, pemilihan bahan baku yang aman menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit akibat makanan.

Makanan basi bukan satu-satunya penyebab

Anggapan bahwa keracunan makanan hanya disebabkan makanan basi perlu diluruskan. Makanan yang tampak normal tetap dapat menyebabkan penyakit apabila terkontaminasi mikroorganisme, parasit, bahan kimia, atau toksin.

Untuk mengurangi risikonya, kebersihan tangan dan peralatan perlu dijaga, bahan mentah dan makanan matang dipisahkan, makanan dimasak hingga matang, makanan disimpan pada suhu yang aman, serta air dan bahan baku yang digunakan harus dipastikan aman.

Jika setelah mengonsumsi makanan muncul gejala seperti muntah, diare, sakit perut, demam, atau tanda dehidrasi, kondisi tersebut perlu diperhatikan. Gejala berat atau kondisi yang semakin memburuk memerlukan pemeriksaan medis.

Baca juga: Khofifah minta SPPG berbenah cegah kasus keracunan

Baca juga: 7 cara pertolongan pertama saat keracunan makanan

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.