Harapan kita dua atau tiga hari ke depan sudah ada pengumuman resmi dari pemerintah untuk membuka kembali alur penerbangan kita
Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menilai gangguan berupa pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap sektor pariwisata dan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) di daerah itu.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pembatalan penerbangan yang telah berlangsung selama beberapa hari turut menghambat mobilitas orang dari dan menuju Batam.
“Pasti berpengaruh. Menurut saya seluruh daerah MICE ketika aksesibilitas ini terganggu, jalur keluar masuk orang terganggu, sebagai pusat logistik juga jalur keluar masuk barang terganggu, tentu saja akan berpengaruh dengan pergerakan ekonomi di daerah,” kata Amsakar di Batam, Senin.
Dampak tersebut juga dirasakan pada agenda kerja sama yang telah dijadwalkan Pemkot Batam.
“Ada beberapa agenda pertemuan di Jakarta, seperti pertemuan dengan Putri Ratu Swedia yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait kelistrikan,” kata dia.
Namun, agenda tersebut dapat diwakili oleh Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra yang kini masih berada di Jakarta.
Amsakar berharap kondisi dari dampak erupsi tidak berlangsung lama sehingga akses penerbangan dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
Ia juga berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait pembukaan kembali jalur penerbangan setelah mempertimbangkan kondisi udara dan aspek keselamatan.
Baca juga: PGN Batam catat 1.868 pelanggan rumah tangga telah dialiri gas bumi
Baca juga: Batam perkuat hubungan dengan Singapura buka peluang kerja sama
“Harapan kita dua atau tiga hari ke depan sudah ada pengumuman resmi dari pemerintah untuk membuka kembali alur penerbangan kita,” ujarnya.
Menurut Amsakar, pemerintah perlu melihat berbagai indikator, termasuk kondisi udara, pergerakan abu vulkanik dan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Di sisi lain ia mengatakan sektor pariwisata Batam tengah menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat kunjungan wisman ke Batam pada Januari-Juli 2026 mencapai 964.457 kunjungan, meningkat dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 861.997 kunjungan.
Wisatawan mancanegara yang datang ke Batam pada periode tersebut masih didominasi wisatawan asal Singapura, Malaysia dan China.
“Kalau dampak pembatalan penerbangan ini dan kaitannya dengan arus pariwisata, dipastikan terpengaruh,” kata Amsakar.
Ia menegaskan gangguan penerbangan saat ini merupakan dampak faktor alam sehingga pemerintah perlu mengutamakan keselamatan. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, dampaknya terhadap konektivitas, agenda MICE dan pergerakan wisatawan akan semakin besar.
Amsakar berharap agenda-agenda yang tertunda dapat kembali dijadwalkan setelah kondisi penerbangan dan aksesibilitas Batam kembali normal.
Baca juga: Bank Sumut kini layani pembayaran PBB di Kota Batam
Baca juga: BP Batam tetapkan pagu anggaran 2027 sebesar Rp2,44 triliun
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.