Sejumlah agenda yang dihadirkan meliputi Sharia Education, Sharia Forum, Piwulang Explore, Pojok Edukasi Kebanksentralan dan Ekonomi Syariah, serta Bazaar Buku ‘Jelajah Literasi

Purwokerto (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menegaskan Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Keresidenan Banyumas (Selaras) 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Banyumas Raya, Jawa Tengah, melalui program yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin, mengatakan Selaras merupakan wujud dukungan BI terhadap tiga pilar pengembangan ekonomi syariah, yakni penguatan halal value chain, pengembangan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah.

"Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara," katanya.

Ia mengatakan penguatan halal value chain dalam Selaras 2026 dilakukan melalui peluncuran Zona KHAS (Kuliner, Halal, Aman dan Sehat) di Z-Corner Alun-Alun Banyumas dan Kampus UIN Saizu Purwokerto.

Menurut dia, BI Purwokerto juga memfasilitasi sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), serta penguatan kapasitas penyelia halal.

“Pada sisi hilir, Sharia Fair menghadirkan 75 UMKM halal dari sektor makanan dan minuman, wastra, serta kriya,” katanya.

Menurut dia, promosi UMKM diperluas melalui sinergi dengan sejumlah kegiatan di Banyumas Raya, antara lain Pasar Ramadhan UMP, Cilacap Expo, Festival Gunung Slamet di Purbalingga, dan Dieng Culture Festival di Banjarnegara.

Ia mengatakan Selaras 2026 yang digelar pada 4-6 September disinergikan dengan Festival Literasi 2026 untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah dan kebanksentralan.

Baca juga: BI Purwokerto dorong ekonomi syariah inklusif di Banyumas Raya

Baca juga: BI Purwokerto perkuat strategi 4K kendalikan inflasi di Banyumas Raya

“Sejumlah agenda yang dihadirkan meliputi Sharia Education, Sharia Forum, Piwulang Explore, Pojok Edukasi Kebanksentralan dan Ekonomi Syariah, serta Bazaar Buku ‘Jelajah Literasi’," katanya.

Selain edukasi, kata dia, Hub Layanan Publik menyediakan konsultasi sertifikasi halal, informasi dan akses pembiayaan keuangan syariah, layanan pembayaran pajak daerah, serta informasi keuangan.

Selama kegiatan, lanjut dia, lebih dari 30 UMKM menyatakan komitmen untuk mengurus sertifikasi halal dan sejumlah pelaku usaha berkomitmen mengikuti pelatihan penyelia halal.

“Dari keseluruhan rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 4-6 September 2026, termasuk pre-event, tercatat transaksi penjualan sebesar Rp1,29 miliar,” katanya.

Selain itu, kata dia, terdapat potensi pembiayaan melalui business matching sebesar Rp740 juta serta potensi transaksi ekspor senilai Rp653 juta.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan Selaras berhasil menjadi sarana edukasi dan promosi sekaligus membuka ruang perluasan pasar serta memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Ia mengatakan pada aspek keuangan dan sosial syariah, Selaras menghadirkan layanan zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf)sekaligus penghimpunan donasi untuk ziswaf produktif, kegiatan kemanusiaan, penanganan bencana, serta penyediaan sumur bor untuk kondisi darurat kekeringan.

“Hingga berakhirnya kegiatan, total penghimpunan donasi mencapai Rp42,32 juta. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah pengunjung dan partisipan yang mencapai sekitar 5.900 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Aswin.

Baca juga: BI Purwokerto perkuat edukasi pelindungan konsumen di DCF 2026

Baca juga: BI Purwokerto terus perluas QRIS untuk perkuat ekonomi digital daerah

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.