selama di Banda Aceh seluruh jamaah kami inapkan di Asrama Haji Aceh guna memberikan layanan agar jamaah tidak panik, tidak terpencar-pencar, sehingga bisa membuat mereka nyaman

Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 382 jamaah umrah Jeddah-Cengkareng yang dialihkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, diterbangkan menuju Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada pukul 13.38 WIB.

"Alhamdulillah, hari ini kami telah menerbangkan seluruh jamaah umrah yang dialihkan mendarat di Aceh karena penutupan sementara operasional Bandara Soetta dampak sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau pada Minggu (6/9)," kata General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi di Blang Bintang, Senin.

Ia menjelaskan Garuda GA 981 memberangkatkan sebanyak 382 jamaah dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar menuju Bandara Kertajati, Jawa Barat.

Baca juga: Garuda alihkan pendaratan jamaah umrah Jeddah-Soetta GA-981 ke Aceh

Baca juga: Garuda Indonesia batalkan seluruh penerbangan Jakarta hingga Lampung

Menurut dia, setiba Bandara Kertajati, Jawa Barat, para penumpang diberangkatkan dengan bus menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Perlu kami sampaikan, selama di Banda Aceh seluruh jamaah kami inapkan di Asrama Haji Aceh guna memberikan layanan agar jamaah tidak panik, tidak terpencar-pencar, sehingga bisa membuat mereka nyaman seperti di rumah sendiri," katanya.

Sebelumnya, Maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang membawa jamaah umrah dari Jeddah menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dialihkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar, Minggu (6/9).

Ia menjelaskan pengalihan pendaratan tersebut juga bagian untuk menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat.

Baca juga: Menhub: Dua penerbangan Garuda dari Jeddah dialihkan ke Kertajati

Baca juga: 624 penerbangan di Bandara Soetta tertunda akibat erupsi Anak Krakatau

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.