Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan penyelenggaraan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berupaya menjawab kebutuhan para murid yang memiliki kecerdasan istimewa dan kekhususan bakat.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan para murid dengan kecerdasan istimewa hingga kekhususan bakat berhak menerima layanan pendidikan yang khusus, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sisdiknas.
“Anak-anak yang memiliki keberbakatan dan kecakapan khusus, dia punya hak menuntut ya kepada pemerintah untuk mendapat layanan pendidikan khusus. Nah, ini juga menjawab bahwa anak-anak yang memiliki keberbakatan khusus, kecerdasan khusus, berhak untuk mendapat layanan khusus. Dan itu amanah dari Undang-Undang Sisdiknas ya, sehingga kami juga menyediakan sekolah ini sekaligus menjadi jawaban bagi anak-anak yang memiliki keberbakatan khusus dan kecerdasan istimewa,” kata Kata Gogot dalam tayangan Siniar: Sekolah Nasional Terintegrasi, Pusat Mutu Pendidikan Untuk Semua di Jakarta pada Senin.
Lebih lanjut, ia mengatakan penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi memungkinkan para murid berprestasi unggul memiliki kesempatan untuk mengasah dan meningkatkan kapasitas mereka secara terintegrasi, dari jenjang pendidikan SMP ke SMA.
Melalui Sekolah Nasional Terintegrasi, pihaknya membekali para murid berprestasi unggul ini dengan kurikulum nasional, kurikulum kekhasan sekolah dan kurikulum kekhasan lokal.
Berkenaan dengan kurikulum kekhasan sekolah, lanjutnya, Sekolah Nasional Terintegrasi mengajarkan sejumlah mata pelajaran yang berkaitan dengan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics dan Sports (STEAMS), kepemimpinan (leadership) hingga kewirausahaan (entrepreneurship).
Ia menambahkan keseluruhan mata pelajaran pada Sekolah Nasional Terintegrasi tersebut akan diajarkan dengan mengedepankan keberagaman budaya dan wawasan internasional dengan tetap berakar pada isu lokal, budaya, ekologi, sosial hingga pelatihan sesuai dengan konteks lingkungan sekolah.
“Dengan begitu, anak-anak Sekolah Nasional Terintegrasi pada saat mereka tumbuh, tantangan yang ada di depan mereka, mereka bisa menjawab, karena mereka memiliki kompetensi untuk melakukan itu,” kata Gogot.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.