Adapun sebagai informasi Bandar Udara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan yang sempat ditutup, sudah dapat beroperasi secara normal per hari ini jam 09.00 WIB
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Bandar Udara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sebelumnya sempat ditutup imbas erupsi Gunung Krakatau (GAK), per Senin sudah dapat beroperasi secara normal kembali.
"Adapun sebagai informasi Bandar Udara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan yang sempat ditutup, sudah dapat beroperasi secara normal per hari ini jam 09.00 WIB," kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Senin.
Sebelumnya, bandara tersebut ditutup sementara pada Minggu (6/9) pukul 23.59 WIB bersama tujuh bandara terdampak lainnya. Lalu penutupan bandara itu kembali diperpanjang hingga Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.
Adapun tujuh bandar udara yang saat ini masih dilakukan penutupan hingga pukul 18.00 WIB, yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung.
Selanjutnya Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan dan Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung.
Menhub menyampaikan sejumlah bandara di Sumatra dan Jawa masih terdampak operasionalnya akibat sebaran abu vulkanik GAK di Provinsi Banten hingga Senin (7/9) pagi.
Baca juga: Menhub siapkan 10 bandara 24 jam untuk percepat pemulihan penerbangan
Baca juga: Erupsi GAK, Menhub: 4 layanan penerbangan beralih ke Bandara Kertajati
Berdasarkan pembaruan kondisi operasional pada Senin (7/9) pukul 09.00 WIB, bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih akan ditutup hingga pukul 18.00 waktu setempat.
Bandara tersebut yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Banten berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.
"Tadi malam Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi sehingga menimbulkan debu vulkanik baru. Dari BMKG juga menyampaikan bahwa arah angin yang terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau terdapat pada beberapa layer berbeda-beda di udara," beber Menhub.
"Ada yang mengarah dari timur tenggara, timur laut barat daya, dan sebagainya. Sehingga, membuat debu masih bertahan di sekitar lokasi bandara-bandara yang dekat Gunung Anak Krakatau," tambah Menhub.
Dari pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Senin (7/9) pagi, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terpantau pada dua lapisan ketinggian, yakni hingga 15.000 kaki dan 50.000 kaki.
Kondisi tersebut masih berpotensi mempengaruhi jalur penerbangan, sehingga penyesuaian operasional bandara dan penerbangan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik serta informasi keselamatan penerbangan terbaru.
Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan hingga Senin (7/9) pukul 09.00 WIB tercatat sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak.
Data tersebut merupakan akumulasi dampak operasional sejak 5 September 2026 dan mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan.
Pada bandara yang berstatus ditutup sementara, tercatat 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak, sedangkan pada bandara lain yang penerbangannya terdampak akibat penyesuaian rute tercatat 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak.
Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan pengelola bandara untuk menangani dampak terhadap penumpang serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan.
Menhub menambahkan, jika nanti bandara sudah bisa dibuka kembali, persiapan penerbangan akan segera dilakukan. Sejumlah upaya persiapan masih akan dilakukan setelah bandara dibuka dan sebelum siap dioperasikan kembali. Menhub berharap masyarakat dapat bersabar selama waktu persiapan bandara.
"Dalam persiapannya, apabila kondisi sudah memungkinkan untuk bandara dibuka, kami akan melalukan upaya-upaya seperti pembersihan runway, taxi way, maupun apron. Hal ini supaya apabila pada waktunya situasi sudah memungkinkan, bandara siap dioperasikan," jelas Menhub.
Menhub menambahkan, untuk menjaga konektivitas penerbangan selama sejumlah bandara ditutup, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi operasional penerbangan.
Terdapat enam bandara yang dapat dijadikan alternatif, yakni Bandara Juanda di Provinsi Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo di Provinsi Jawa Tengah, Bandara Internasional Yogyakarta di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selanjutnya Bandara Adisutjipto di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Provinsi Jawa Tengah, serta Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat.
"Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang,baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal," kata Menhub.
Baca juga: Menhub: Penutupan 8 bandara diperpajang hingga pukul 09.00 WIB
Baca juga: Menhub: Bus-kereta gratis disiapkan ke bandara alternatif dari Soetta
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.